Agustus 21, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

ASEAN akan usahakan VISA tunggal bagi negara anggotanya

KTT Pariwisata, Perdagangan dan Kunjungan Asia Timur dari Konferensi Asia Timur Forum Ekonomi Dunia dibuka di Bangkok, ibukota Thailand kemarin (30/5). Tema KTT kali ini adalah ” Buka perbatasan: Revitalisasi pertumbuhan Asia melalui pariwisata, perdagangan dan kunjungan”. Lima topik bahasan KTT itu antara lain : menjaga daya saing melalui peningkatan industri pariwisata yang dinamis, mengurangi hambatan lalu lintas manusia, mendorong perdagangan, rencana penerbangan yang berkelanjutan dan merek konsumen baru.

Peserta pertemuan dari anggota organisasi internasional, pejabat pemerintah dan dunia usaha berpendapat bahwa integrasi ASEAN adalah keinginan bersama semua anggota, namun kesenjangan taraf perkembangan ekonomi negara-negara ASEAN cukup besar, begitu pula kesenjangan taraf perkembangan ekonomi di dalam suatu negara juga cukup besar. Untuk mendapatkan keuntungan dari pengintegrasian ASEAN, perlu mendorong keseimbangan dan interkoneksi intra ASEAN, perusahaan-perusahaan kecil dan menengah ASEAN dapat memperoleh keuntungan dari pengintegrasian ekonomi ASEAN, dan industri pariwisata juga bisa memperoleh daya perkembangan dari pengintegrasian itu.

Menurut statistik, produk domestik bruto (PDB) yang diciptakan industri pariwisata menempati 4,6 persen PDB ASEAN, bila dihitung kontribusi tidak langsungnya, persentase itu bisa mencapai 10,9 persen. Industri pariwisata menyediakan 9,3 juta lapangan kerja bagi negara-negara ASEAN atau 3,2 persen total lapangan kerja ASEAN. Sementara itu, secara tidak langsung memberikan dukungan bagi 25 juta lapangan kerja.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Mari Elka Pangestu menyatakan, dibutuhkan membangun suatu sistem bersama bagi negara-negara ASEAN bagi terbentuknya visa tunggal, dan dibutuhkan waktu bagi negara-negara ASEAN untuk berbagi informasi dan data. Boleh mulai dilakukan uji coba dari satu atau dua negara bahkan tiga atau empat negara terlebih dulu, juga boleh dimulai lebih dulu dari suatu jenis wisatawan tertentu, misalnya wisatawan bisnis atau tamu bukan rombongan. Boleh pula dimulai dari visa negara ketiga, misalnya Anda boleh berwisata ke Thailand tanpa visa asalkan Anda mempunyai visa kunjungan ke Indonesia, tak peduli dari negara mana Anda berasal.” Demikian antara lain kata Menteri Mari Elka Pangestu.(CRI)

Related posts