Oktober 23, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Sejarah dan Profil Singkat TLKM (Telkom Indonesia (Persero) Tbk)

britama.com, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk biasa dikenal dengan nama Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan pada tahun 1884. Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Telkom diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Kantor pusat Telkom berlokasi di Jalan Japati No. 1, Bandung, Jawa Barat.

Telp: (62-22) 452-1108, 452-7252 (Hunting), Fax: (62-22) 720-3247.

Pemegang saham pengendali Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk adalah Pemerintah Republik Indonesia, dengan memiliki 1 Saham Preferen (Saham Seri A Dwiwarna) dan 52,56% di saham Seri B.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Telkom Indonesia adalah menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta optimalisasi sumber daya perusahaan, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan usaha utama Telkom Indonesia adalah menyediakan layanan telekomunikasi yang mencakup sambungan telepon kabel tidak bergerak dan telepon nirkabel tidak bergerak, komunikasi selular, layanan jaringan dan interkoneksi serta layanan internet dan komunikasi data. Selain itu, Telkom Indonesia juga menyediakan berbagai layanan di bidang informasi, media dan edutainment, termasuk cloud-based dan server-based managed services, layanan e-Payment dan IT enabler, e-Commerce dan layanan portal lainnya.

Anak Usaha Telkom Indonesia dibagi menjadi empat kelompok dan pemimpin bisnisnya, yaitu bisnis selular (Telkomsel), bisnis internasional (Telin), bisnis multimedia (Telkom Metra), dan bisnis infrastruktur (Telkom Infra).

Jumlah saham TLKM sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering atau IPO) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah menjual saham Telkom yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya), dan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”). Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.

Telkom hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS Telkom berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.

Sejarah Pencatatan Saham

Jenis Pencatatan
Saham
Tgl Pencatatan
Negara RI (Seri A)
1
14-Nop-1995
Saham Perdana (Seri B) @ Rp2.050,-
9.333.332.999
14-Nop-1995
Saham Bonus (Bonus Shares) 50 : 4
746.666.640
03-Ags-1999
Pemecahan Saham (Stock Split) 1 : 2
10.079.999.640
28-Sep-2004
Pemecahan Saham (Stock Split) 1 : 5
80.639.997.120
28-Ags-2013

Dewan Komisaris dan Direksi

Nama
Jabatan
Hendri Saparini Komisaris Utama
Dolfie Othniel Fredric Palit Komisaris
Hadiyanto Komisaris
Pontas Tambunan Komisaris
Rinaldi Firmansyah Komisaris Independen
Margiyono Darsasumarja Komisaris Independen
Pamiyati Pamela Johana Waluyo Komisaris Independen
 
Alex Janangkih Sinaga Direktur Utama
Harry M. Zen Direktur Keuangan
Indra Utoyo Direktur Innovation and Strategic Portofolio
Muhammad Awaluddin Direktur Enterprise and Business Service
Honesti Basyir Direktur Wholesale and International Service
Herdy Rosadi Harman Direktur Human Capital Management
Abdus Somad Arief Direktur Network, Information Technology and Solution
Dian Rachmawan Direktur Consumer Service

Related posts