Oktober 26, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Uni Eropa terapkan sanski minyak terhadap Iran

Uni Eropa kemarin (1/7) resmi memulai menerapkan embargo terhadap ekspor minyak dari Iran. Sebelumnya pembeli utama minyak Iran telah mengumumkan pengurangan bahkan penghentian impor minyak dari Iran. Analis berpendapat, sanksi minyak Uni Eropa akan lebih membebani Iran, tetapi masih sulit memaksa Iran berkompromi dalam masalah nuklir.

Sanksi terhadap Iran diterapkan berdasarkan keputusan Uni Eropa enam bulan lalu, yang diperkuat dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri Uni Eropa pada 25 Juni lalu. Menteri Perminyakan Iran Rostam Ghasemi mengatakan, pemerintah Iran mampu menghadapi sanksi Uni Eropa. Ia mengatakan, sanksi terhadap minyak Iran sebenarnya telah dimulai beberapa tahun lalu. Sanksi itu tidak memengaruhi penjualan minyak Iran di pasar dunia, hanya mengurangi ekspor ke Eropa. Ghasemi mengatakan, minyak yang diimpor Eropa dari Iran hanya 18 persen total ekspor minyak Iran. Minyak mentah yang dihasilkan Iran berkualitas tinggi, dan harganya rasional, sehingga laris di pasar dunia. Oleh karena itu tidak sulit bagi Iran untuk menemukan pembeli lainnya di pasar dunia.

Akan tetapi ada juga analis yang menyatakan, upaya Iran untuk mencari pembeli baru untuk menggantikan pembeli dari Eropa kemungkinan akan gagal, karena pembeli lainnya juga menghadapi tekanan besar dari AS. Saat ini banyak negara mengumumkan telah mengurangi impor minyak dari Iran.

Asia adalah pembeli utama minyak Iran, khususnya Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan. Korea adalah negara pertama Asia yang mengumumkan penghentian impor minyak dari Iran, sehingga beberapa pejabat Iran mengancam akan mempertimbangkan kembali hubungan antara Teheran dengan Seoul, bahkan menghentikan secara total impor komoditas dari Korea Selatan.

Analis berpendapat, sanksi Barat terhadap Iran tentunya telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi dan kehidupan rakyat Iran. Barat berharap embargo minyak bisa memaksa Iran lebih berkompromi dalam masalah nuklir, tetapi saat ini Iran sedikit pun belum menunjukkan indikasi akan kompromi.

Related posts