April 18, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Bank Sentral Jepang pelonggar peredaran uang

Bank Sentral Jepang kemarin (22/1) mengumumkan akan menerapkan lebih banyak kebijakan pelonggaran. Pemerintah Jepang dan Bank Sentral Jepang mengumumkan telah menaikkan target inflasi dari 1 persen menjadi 2 persen, tapi tidak menetapkan waktu penerapannya. Bank Sentral Jepang juga mengumumkan akan menetapkan pembelian aset terbuka dan membeli obligasi sejumlah 13 triliun yen mulai tahun depan, Langkah tersebut sama dengan kebijakan pelonggaran tanpa pembatasan yang dilaksanakan Cadangan Federal AS. Maka itu keputusan Jepang disebut sebagai pelonggaran kuantitatif (QE) ala Jepang.

Profesor Liu Cheng dari Universitas Iptek Beijing mengatakan, “Kedua konsep tersebut hampir sama, dan tujuan kebijakan mata uang itu ialah merangsang ekonomi dengan menambah peredaran mata uang. Pada pokoknya, kebijakan itu tidak mempertimbangkan kepentingan internasional atau tidak mempertimbangkan kestabilan nilai mata uang. Tujuan kedua kebijakan tersebut sedikit berbeda. Jepang ingin menetapkan target inflasi, sedangkan AS berupaya untuk meningkatkan lapangan kerja. Kedua tujuan itu berbeda dari kesinambungannya. Rencana Jepang baru akan dijalankan mulai tahun depan dan peranan dalam jangka pendeknya belum terlihat nyata. Jika berbagai negara menambah peredaran mata uangnya, kemungkinan hal itu akan mengakibatkan penurunan atau devaluasi mata uang. Jika demikian, maka akan terjadi kelebihan mata uang di dunia, rehabilitasi ekonomi global akan melamban dan ekonomi global mungkin akan terjerumus ke dalam depresi putaran baru.”

Gubernur Deutsche Bundesbank, Jens Weidmann, memperingatkan bahwa banyak pemimpin dari berbagai negara yang tengah mengintervensi kebijakan mata uang bank sentral. Ia mengatakan ini mungkin akan mengakibatkan devaluasi mata uang putaran baru. Pejabat Inggris, AS dan Rusia juga terus memperingatkan bahaya perang mata uang yang mungkin akan dihadapi seluruh dunia. Namun Liu Cheng mengatakan kemungkinan terjadinya perang mata uang tidak besar. Ia mengimbau Tiongkok bersikap waspada terhadap dampaknya bagi ekonomi Tiongkok.

Related posts