April 18, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Pertumbuhan Ekonomi ASIA semakin stabil

Pada tahun 2013 dunia akan menyaksikan apakah Asia mampu menghadapi krisis utang Eropa. Sejumlah pengamat dari Asia Tenggara berpendapat, Asia saat ini semakin kuat dalam menghadapi krisis utang Eropa, sehingga hubungan antara Asia dengan Eropa juga mengalami perubahan besar. Perubahan itu akan akan berpengaruh di seluruh dunia pada masa mendatang.

Lembaga riset IHS Global Insight dari AS, menyatakan, ekonomi Eropa saat ini berada pada periode “dasawarsa yang hilang” yang dimulai pada tahun 2008. Global Insight memproyeksikan resesi ekonomi Zona Euro tidak bisa menggeser Asia dari jalur pertumbuhan walaupun krisis utang Eropa tetap adalah salah satu risiko utama yang dihadapi Asia pada 2013. Laju pertumbuhan ekonomi Asia diperkirakan akan mencapai 4,4 persen berkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Pakar dari Singapura menyatakan, Asia khususnya Asia Timur akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dunia di masa mendatang. Perubahan ini akan menimbulkan pengaruh berjangka luas bagi tatanan dunia.

Ada juga ahli yang menyatakan, krisis utang Eropa telah mengakibatkan dua efek negatif bagi Asia, yaitu berkurangnya impor dan investasi. Akan tetapi, efek negatif itu hanya berpengaruh terbatas di tengah faktor positif yang muncul di Asia.

Pertama, posisi Uni Eropa sebagai pasar ekspor penting bagi Asia semakin lemah. Ekspor antar kekuatan ekonomi Asia saat ini semakin meningkat, dan di Asia telah muncul titik pertumbuhan baru. Ekspor Tiongkok merupakan 12,5 persen dari ekspor total negara berkembang di Asia pada 2011, sedangkan angka ini hanya 7,3 persen pada 1995. Selain itu, ekonomi negara-negara ASEAN juga tumbuh dengan kuat, yang terutama berkat tingginya kebutuhan domestik di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Kedua, Asia sudah siap untuk menghadapi penarikan kredit dari bank Eropa. Tidak sedikit bank di Asia telah menggunakan kesempatan ini untuk memperluas pemberian kredit, sehingga telah memperoleh banyak nasabah baru. Dalam dua tahun terakhir, bank-bank berskala besar dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Jepang terus memperluas pemberikan kredit bagi perusahaan Asia, sehingga telah mengurangi dampak negatif akibat penarikan dana bank Eropa dari Asia. Saat ini sebagian besar negara di Asia masih memiliki ruang yang cukup besar untuk mengambil kebijakan fiskal lanjutan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di tengah terpaan pengaruh negatif dari luar.(http://www.chinadaily.com.cn/)

Related posts