April 13, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun 2013 akan stabil

Badan Statistik Tiongkok beberapa waktu lalu mengatakan volume produk domestic bruto (PDB) Tiongkok 2012 melampaui 51,9 triliun reminbi, naik 7,8 persen dibanding tahun lalu. Peningkatan ini lebih tinggi dari pada target yang ditetapkan, yaitu 7,5 persen. Konsumsi domestik, investasi dan ekspor adalah faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi. Namun yang paling penting adalah konsumsi domestik. Kepala Badan Statistik Tiongkok Ma Jiantang memprediksi bahwa ekonomi Tiongkok tahun ini akan terus pulih dan bertumbuh stabil.

Dalam jumpa pers minggu lalu, Ma Jiantang mengatakan:

“Untuk menyederhanakan hasil laporan ekonomi Tiongkok tahun lalu, saya telah menyimpulkannya dalam dua kalimat. Pertama, ekonomi nasional Tiongkok telah pulih kembali. Kedua, pembangunan ekonomi dan sosial berkembang stabil. Pada dasarnya, keseluruhan pertumbuhan ekonomi, fluktuasi harga barang dan infrakstruktur pertanian stabil. Selain itu, penataan struktur memiliki kemajuan, inovasi iptek mencapai terobosan baru, upaya penghematan energi dan pengurangan emisi juga mencapai hasil baru serta kehidupan rakyat semakin baik.”

Ma Jiantang mengatakan meskipun pertumbuhan ekonomi Tiongkok tercatat 7,8 persen, atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, namun hal itu sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang normal. Itu juga bermanfaat bagi perubahan pola perkembangan ekonomi dan penataan struktur ekonomi.

Mengenai perkembangan ekonomi Tiongkok tahun ini, Ma Jiantang mengatakan meskipun situasi ekonomi global tetap rumit dan tidak menentu, dan masih terdapat ketidakseimbangan dalam ekonomi dalam negeri Tiongkok, namun faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan menengah tidak berubah. Oleh karena itu, Ia berpendapat ekonomi Tiongkok tahun ini akan cenderung pulih dan stabil asalkan dianalisa dan dikontrol secara ilmiah.

Ma Jiantang juga berbicara mengenai harga barang konsumsi tahun ini. Ia mengatakan masyarakat ekonomi negara-negara maju telah mengambil kebijakan moneter longgar dan ini akan memberi dampak pada harga barang konsumsi Tiongkok. Sementara itu, upah tenaga kerja dan harga tanah di Tiongkok serta biaya energi naik. Faktor tersebut diprediksi akan menyebabkan naiknya harga barang konsumsi. Ma Jiantang mengatakan :

“Hasil pertanian tahun lalu 2012 merupakan dasar kokoh untuk menstabilkan harga barang konsumsi tahun ini. Kapasitas produksi industri manufaktur Tiongkok juga sangat tinggi. Faktor inilah yang diharapkan dapat menekan kenaikan harga. Menurut rapat kerja ekonomi Komite Sentral, tahun ini Tiongkok akan terus melaksanakan kebijakan fiskal yang positif, kebijakan moneter yang mantap, menyempurnakan struktur dan menjaga kestabilan harga.”(CRI)

Related posts