Maret 06, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

PBB perkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2014 sebesar 3,3%

PBB mempublikasikan bagian pertama laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia (World Economic Situation and Prospects) tahun 2014, yaitu Global Economic Outlook. Laporan tersebut memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan sebesar 3 persen, dan laju pertumbuhan pada tahun 2015 adalah 3,3 persen. Kedua angka tersebut meningkat tajam jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan sebesar 2,1 persen tahun ini. Laporan mengenai ekonomi regional dan moneter global akan dipublikasikan pada Januari tahun depan.

Dr. Pingfan Hong dari Pusat Pengawasan Ekonomi Global di bawah Economic and Social Council (ECOSOC) PBB mengatakan:

“Tahun 2013 ekonomi dunia mengalami pertumbuhan lamban. Laju pertumbuhan ekonomi bahkan lebih rendah daripada prediksi terendah dari beberapa lembaga sebelumnya. Akan tetapi kami yakin bahwa dengan perbaikan beberapa unsur, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan menjadi lebih kuat. Kami perkirakan laju pertumbuhan ekonomi dunia pada 3 persen, yang cukup kontras jika dibandingkan dengan angka 2,1 persen pada tahun 2013.”

Asisten Sekjen ECOSOC Shamshad Akhtar mengatakan, lemahnya pertumbuhan ekonomi dunia sepanjang tahun 2013 terutama disebabkan kesulitan ekonomi yang dialami negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat, tetapi saat ini kondisi telah membaik, sehingga PBB melakukan prediksi yang relatif optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi global untuk dua tahun mendatang.

Para ekonom PBB memperkirakan bahwa kekuatan ekonomi New Emerging termasuk Brasil, Tiongkok, India dan Rusia kemungkinan menunjukkan dua kecenderungan yang berbeda, yakni Tiongkok mungkin masih memelihara pertumbuhan yang stabil, sedangkan beberapa negara lain mungkin akan mengalami kesulitan ekonomi di tengah kondisi menurunnya kebutuhan eksternal dan mengalir keluarnya modal dari pasar domestik. Bahkan ada ekonom yang memprediksi bahwa ekonomi beberapa negara tersebut akan mengalami “hard landing”.

Kawasan Asia Timur tetap merupakan daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia walaupun laju pertumbuhannya agak melamban dalam dua tahun terakhir. Afrika diperkirakan juga akan memelihara pertumbuhan yang kuat untuk mencapai pertumbuhan 5 persen pada tahun depan. Dr. Pingfan Hong berpendapat bahwa prediksi tersebut sangat mengandalkan perbaikan ekonomi global, serta level menajemen pemerintah.

Dilihat dari aspek kebijakan, AS akan menghadapi ujian dalam pengunduran diri dari kebijakan likuidas kuantitatif atau Quantitative Easing (QE).

Dr. Pingfan Hong mengibaratkan kesulitan yang dihadapi bank sentral beberapa negara penentu sebagai “sulit turun dari punggung harimau”. PBB dalam Outlook kemarin mengimbau berbagai negara untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan kebijakan ekonomi mengingat betapa kompleksnya risiko tersebut.

Related posts