Desember 02, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Apersi incar pembangunan 100 ribu unit rumah tahun 2014

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengincar dapat membangun 100 ribu unit rumah di tahun 2014 mengingat kebutuhan Indonesia masih kekurangan rumah hingga 15 juta unit. Kompisisi pembangunan rumah tersebut akan lebih mendominasi di Pulau Jawa dengan persentasi mencapai 50% karena lebih banyak permintaan di pulau Jawa. Sebanyak 20% dan sisanya masuk di kawasan Jabodetabek.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyatakan bahwa akan adanya penurunan permintaan rumah kelas menengah (luas bangunan diatas 70 meter) akibat tingginya bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non subsidi tahun 2014, sedangkan rumah di bawahnya akan naik sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Penurunan permintaan tersebut disebabkan oleh kebijakan Loan To Value (LTV) yang menetapkan aturan uang muka (DP) sebesar 30%, 40% & 50% untuk rumah pertama, kedua dan ketiga. Hal itu ditambah dengan besaran suku bunga atau BI Rate sebesar 7,50 bps pada tahun 2013, sehingga suku bunga sebesar 10%-12% untuk KPR non subsidi juga ikut memberatkan konsumen.

Related posts