September 18, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Jadwal Rights Issue I NIPS 2014 dan Rencana Penggunaan Dana

Jadwal Rights Issue I (Penawaran Umum Terbatas / PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) PT Nipress Tbk / NIPS danPT Trimegah Securities Tbk / TRIM sebagai pembeli siaga”

Rasio pembagian HMETD NIPS adalah setiap 108(seratus delapan) saham lama NIPS yang dimiliki akan mendapatkan 115(seratus lima belas) HMETD, dimana setiap pemegang 1 HMETD berhak untuk membeli 1(satu) saham baru NIPS dengan nilai nominal Rp50,- setiap saham, dengan harga pelaksanaan Rp300,- per saham.

Adapun jadwal kegiatan Rights Issue I tersebut sebagai berikut:

No.

Kegiatan

Tanggal
1
Tanggal perdagangan bursa yang memuat HMETD (Cum HMETD) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
07 Jan 2014
2
Tanggal perdagangan bursa tidak memuat HMETD (Ex HMETD) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
08 Jan 2014
3
Tanggal perdagangan bursa yang memuat HMETD (Cum HMETD) di Pasar Tunai
10 Jan 2014
4
Tanggal perdagangan bursa tidak memuat HMETD (Ex HMETD) di Pasar Tunai
13 Jan 2014
5
Tanggal Penentuan Pemegang Rekening yang berhak menerima HMETD di dalam rekening Efek (Recording Date)
10 Jan 2014
6
Periode distribusi HMETD
13 Jan 2014
7
Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia
15 Jan 2014
8
Periode Perdagangan HMETD
15 – 21 Jan 2014
9
Periode Pelaksanaan HMETD
15 – 21 Jan 2014
10
Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD
17 – 23 Jan 2014
11
Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan
23 Jan 2014
12
Tanggal Penjatahan Efek Tambahan
24 Jan 2014
13
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan yang tidak memperoleh penjatahan
28 Jan 2014

Rencana Penggunaan Dana
Dana yang di peroleh dari hasil PUT I setelah di kurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan di pergunakan akan dipergunakan oleh NIPS dengan pengalokasian sebagai berikut:

  1. Sekitar 63,91% atau sekitar Rp147.000.000.000,- akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik dan pembelian mesin dalam rangka pengembangan industrial battery dengan rincian:
    • Sekitar 8,70% atau sekitar Rp20.000.000.000,- untuk biaya pembangunan pabrik industrial battery.
    • Sekitar 55,21% atau sekitar Rp127.000.000.000,- untuk pembelian mesin dalam rangka pengembangan industrial battery.
  2. Sekitar 36,09% atau sekitar Rp83.000.000.000,- akan digunakan untuk modal kerja Perseroan antara lain untuk pembiayaan modal kerja aki otomotif, aki industri dan aki lithium.

Related posts