Januari 25, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Transaksi Saham TRAM selalu ramai, tapi apakah TRAM layak untuk investasi?

britama.com, PT Trada Maritime Tbk (TRAM) mulai mencatatkan saham dan warannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 September 2008 dengan harga perdana Rp125,- per saham dan harga pelaksanaan waran menjadi saham Rp135,-.

Sejak mencatatkan sahamnya di BEI harga saham TRAM terus melejit. Alhasil, sekitar dalam 3 minggu (29/09/2008) harga TRAM melonjat 204% atau ke harga Rp380,- dan merupakan harga tertinggi di tahun 2008. Setelah itu, harga saham TRAM terus merosot akibat terpaan krisis global. Akhirnya di penghujung 2008 harga saham TRAM ditutup di harga Rp50,-.

Setelah krisis global mulai mereda, harga saham TRAM mulai bergerak kembali. Pergerakan kali ini tidak tanggung-tanggung, karena dalam tahun 2009 saja harga saham TRAM naik sekitar 10 kali lipat yakni dari Rp50,- di awal tahun menjadi Rp530 di akhir tahun 2009. Dan terus mengalami kenaikan hingga Rp1.840,- pada tanggal 30-Apr-2014.

Selain harga saham TRAM yang terus meningkatkan, transaksi TRAM juga sangat besar. Kita lihat saja di tahun 2014 (Januari hingga April) transaksi TRAM rata-rata di atas 200 miliar per hari. Ini bisa dikatakan saham TRAM super liquid atau paling liquid di BEI.

Mari kita bandingkan transaksi TRAM dengan Astra International Tbk (ASII), selama tahun 2014 (Januari hingga April) transaksi rata-rata per hari ASII sebesar 310 miliar sedangkan transaksi rata-rata TRAM sebesar 268 miliar per hari. Memang secara transaksi rata-rata ASII lebih tinggi.

Namun bila dilihat lebih lanjut ke kapitalisasi pasar, ASII memiliki kapitalisasi pasar per 30-Apr-2014 sekitar 301 triliun sedangkan TRAM hanya memiliki kapitalisasi pasar sekitar 18 triliun. Transaksi rata-rata per hari ASII sekitar seperseribu (1/1.000) dari nilai kapitalisasi pasar sedangkan transaksi rata-rata TRAM per hari mencapai 1,5% dari nilai kapitalisasi pasar, menakjubkan bukan?!.

Sekarang mari kita lihat kembali ke harga saham TRAM. Kenaikan harga TRAM yang begitu signifikan, apakah didukung dengan kinerja perusahaan yang bagus? kita rasa tidak, bila dilihat dari ringkasan laporan keuangan berikut ini:

Ringkasan Laporan Keuangan TRAM 2008 Sampai 2013

Selain kinerja perusahaan yang kurang mendukung, pemegang saham mayoritas, yakni PT Trada Resources Indonesia dan PT Trada International cenderung mengurangi sahamnya di TRAM. Selain itu pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham TRAM sering berubah. Ini dapat kita lihat dari data berikut:

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham TRAM

Nama Pemegang Saham
Persentase Kepemilikan
2008
2009
2010
2011
2012
2013
Mar-14
PT Trada Resources Indonesia
36,08
36,06
36,00
34,75
27,76
21,76
21,76
PT Trada International
18,12
18,11
18,08
16,25
16,25
16,25
16,25
Star High Yield Fund I
5,58
Kharisma Flexi Terbatas
7,34
Reksadana Danamas Stabil
7,43
AAA – JS Multi Sectoral Fund
5,62
Baywater Capital Pte., Ltd.*
6,99
6,99
6,99
Suprihatin Njoman
5,25
PT Asuransi Jiwasraya
5,87
5,87
Riche Bright Investment Limited
5,14
5,14
Masyarakat (kepemilikan < 5%)
40,22
38,49
32,87
49,00
43,75
43,99
43,99

*Pada tanggal 30 April 2012, PT Trada Resources Indonesia melakukan transaksi share financing dengan Baywater Capital Resources Pte., Ltd. dengan jaminan 680.000.000 (6,99%) saham TRAM.

Data harga saham dan nilai transaksi
Grafik Harga Saham dan Nilai Transaksi TRAM

Sekilas mengenai TRAM
Pada awalnya TRAM dikenal sebagai salah satu penyedia FSO untuk minyak mentah di Indonesia. Namun sejalan dengan perkembangannya, TRAM memperbesar lini usaha ke segmen usaha angkutan muatan cair (liquid cargo), muatan curah kering (bulk carrier), gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), armada akomodasi (self propelled accommodation barge), serta sejumlah kapal penunjang seperti kapal tunda dan tongkang (tug and barge).

Apakah saham TRAM layak untuk investasi?

Semua tergantung masing-masing anda. britama.com hanya memberikan gambaran dan informasi berdasarkan data-data yang kita himpun.

Related posts