November 24, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Sejarah dan Profil Singkat IBFN (Intan Baruprana Finance Tbk)

britama.com, Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) didirikan tanggal 04 September 1991 dan memulai kegiatan komersial pada tahun 1997. Kantor pusat IBFN berlokasi di Jl. Raya Cakung Cilincing KM 3.5, Jakarta 14130 – Indonesia.

Telp: (62-21) 440-1408, 440-8442 (Hunting), Fax: (62-21) 440-8441.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Intan Baruprana Finance Tbk, yaitu: Intraco Penta Tbk (INTA) (62,89%), PT Inta Trading (9,24%) (100% saham PT Inta Trading dimiliki oleh INTA), SBI Holdings, Inc (6,49%) dan Reksa Dana HPAM Investa Strategis (5,67%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan IBFN adalah bergerak dalam bidang usaha lembaga pembiayaan yang meliputi sewa, anjak piutang dan pembiayaan konsumen. Fokus utama pembiayaan IBFN adalah pembiayaan alat berat baru maupun bekas, perbaikan dan pemeliharaan, serta fasilitas pendukung operasional pelanggan baik secara konvensional maupun syariah.

Pada tanggal 11 Desember 2014, IBFN memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham IBFN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 668.000.000 yang terdiri dari 398.546.524 saham baru dan 269.453.476 divestasi saham pendiri dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp288,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 22 Desember 2014.

Sejarah Pencatatan Saham

Jenis Pencatatan
Saham
Tgl Pencatatan
Saham Perdana (First Issue) @ Rp288,-
398.546.524
22-Des-2014
Divestasi Saham Pendiri *)
269.453.476
22-Des-2014
Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)
2.505.720.000
22-Des-2014

*) Saham milik Phillip Asia Pacific Opportunity Fund Ltd.
Dewan Komisaris dan Direksi

Nama
Jabatan
Dani Firmansyah Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
Petrus Halim Komisaris
 
Direktur Utama
Alexander Reyza Direktur Independen
Noel Krisnandar Yahja * Direktur Independen

*Berlaku efektif sejak mendapat persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan.

Related posts