Oktober 22, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih BRI mencapai Rp24,24 triliun pada tahun 2014

Britama.com – Laporan tahunan 2014 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang telah diaudit telah membukukan kenaikan laba bersih menjadi Rp24,24 triliun atau naik 13,59% dibandingkan dengan tahun 2013 yang senilai Rp21,34 triliun.

Kenaikan Laba bersih BRI didukung oleh kenaikan Pendapatan Perseroan dari Rp59,46 triliun di tahun 2013 menjadi Rp75,12 triliun di tahun 2014. Pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Bunga dan Investasi sebesar Rp73,07 triliun tahun 2014 dan Rp57,72 triliun di tahun 2013, dan Pendapatan Syariah masih memberikan sedikit distribusi terhadap pendapatan Pokok Perseroan yaitu tahun 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp2,06 triliun dan Rp1,74 triliun.

Untuk pendapatan Operasional perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 11,38% atau dari Rp8,35 triliun tahun 2013 menjadi Rp9,30 triliun tahun 2014. Pendapatan Operasional BRI berupa Provisi dan Komisi yang memberikan distribusi porsi besar ke Pendapatan Operasional, yaitu Rp6,07 triliun tahun 2014 dan Rp4,86 triliun tahun 2013, Sedangkan untuk porsi ke-2 berasal dari Penerimaan Kembali aset yang telah dihapuskan sebsear Rp2,10 triliun tahun 2014 dan Rp1,95 triliun tahun 2013.

Beban Pokok perseroan mengalami kenaikan dari Rp15,35 triliun tahun 2013 menjadi Rp23,68 triliun tahun 2014, Sedangkan Beban Operasional juga mengalam kenaikan dari Rp3,95 triliun menjadi Rp5,72 triliun.

Hingga 2014, BRI memiliki 1 (satu) Kantor Cabang luar negeri yang berlokasi di Cayman Islands dan 2 (dua) Kantor Perwakilan yang berlokasi di New York dan Hong Kong, serta memiliki 3 (tiga) Entitas Anak yaitu PT Bank BRISyariah, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (dahulu PT Bank Agroniaga Tbk) dan BRI Remittance Co. Ltd. Hong Kong.

Untuk diketahui Jaringan atau cabang BRI di dalam negeri telah terjadi Penambahan pada beberapa jenis cabang di tahun 2014 antara lain

  1. Kantor Cabang wilayah mengalami penambahan 1 unit yang baru menjadi 19 unit.
  2. Kantor Cabang Dalam Negeri mengalami penambahan 8 unit yang baru menjadi 457 unit.
  3. Kantor Cabang Pembantu mengalami penambahan 19 unit yang baru menjadi 584 unit.
  4. Kantor Kas mengalami penambahan 21 unit yang baru menjadi 971 unit.
  5. BRI Unit mengalami penambahan 149 unit yang baru menjadi 5293 unit
  6. Teras mengalami penambahan 396 unit yang baru menjadi 2671 unit

Related posts