Oktober 20, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Pendapatan Adaro 2014 Naik, Laba Bersih Malah Turun 23,85%

britama.comAdaro Energy Tbk / ADRO membukukan Pendapatan Usaha sebesar AS$3,33 miliar pada tahun 2014 atau naik 1,23% (AS$40,30 juta) dari sebelumnya sebesar AS$3,29 miliar, dengan volume penjualan yang meningkat sebesar 7% menjadi 57 juta ton.

Namun kenaikan Pendapatan Usaha ini tidak diikuti dengan kenaikan Laba Bersih. Laba Bersih Adaro tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 23,85% (AS$55,80 juta) atau dari AS$233,97 juta (AS$0,00731 atau dilusian AS$0,00681 persaham) menjadi AS$178,16 juta (AS$0,00557 atau dilusian AS$0,00518 persaham).

Penurunan Laba Bersih Adaro ini disebabkan naiknya Beban Pokok Pendapatan sebesar AS$64,46 juta atau AS$2,61 miliar dari sebelumnya AS$2,54 miliar. Beban Keuangan Adaro juga mengalami kenaikan dari sebesar AS$116,58 juta menjadi AS$189,72 juta atau naik AS$73,14.

Untuk diketahui, sumber utama Pendapatan Usaha ADRO tahun 2014 dan 2013 berasal dari Penambangan dan Perdagangan Batubara (AS$3,10 miliar dan AS$2,27 miliar), Jasa Penambangan (sebesar AS$107,28 juta dan AS$112,25 juta) dan lain-lain (sebesar AS$62,44 juta dan AS$48,29 juta).

Pasar Utama ADRO berada di Pasar Ekspor dengan total ekspor pada tahun 2014 dan 2013 masing-masing sebesar AS$2,448 miliar dan AS$2,453 miliar, sedangkan Domestik AS$876,71 juta dan AS$831,71 juta. Di bawah ini adalah rincian penjualan ekspor perseroan pada tahun 2014 dan 2013 ke beberapa Negara antara lain:

  1. India – AS$478,74 juta dan AS$519,66 juta.
  2. Jepang – AS$351,35 juta dan AS$384,68 juta.
  3. Korea – AS$300,79 juta dan AS$350,08 juta.
  4. Tiongkok – AS$304,70 juta dan AS$278,03 juta.
  5. Lain-lain – AS$1,01 miliar dan AS$920,99 juta.

Perlu diketahui, harga batubara international (Global Coal Newcastle) mengalami penurunan sebesar 17% pada tahun 2014 dengan harga rata-rata di kisaran AS$70,95.

Related posts