Oktober 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Bisnis sawit lesu, Laba bersih SGRO anjilok 70,10% pada Q1 2015

Britama.com – Emiten perkebunan sawit PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menerbitkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit dan hasil kinerja operasionalnya untuk periode yang berakhir 31 Maret 2015 (“1Q15”).

Volume produksi TBS Perseroan tercatat mengalami sedikit peningkatan di 1Q15, dari 265.358 ton pada periode yang sama di 2014 (“1Q14”) menjadi 265,385 ton tahun ini. Peningkatan tersebut didukung oleh kontribusi yang lebih tinggi dari perkebunan inti. Perkebunan inti mencatat produksi TBS sebesar 172.008 ton pada 1Q15, atau 5% lebih tinggi dari 1Q14. Sementara itu, hasil panen dari eksternal, yang utamanya kontribusi perkebunan plasma binaan, mencatat 8% penurunan volume di 1Q15 dibandingkan 1Q14.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tren siklus panen rendah yang dimulai sejak triwulan keempat 2014 (“4Q14”), masih berlangsung di 1Q15 karena produksi TBS masih terus menurun sebesar 24% dibandingkan 4Q14. Penurunan TBS secara triwulanan terutama disebabkan oleh produksi eksternal yang jatuh 44% sementara volume produksi inti hanya menurun sebesar 5%.

Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp526,87 milyar di 1Q15, atau 19% lebih rendah dari 1Q14 yang mana dipicu oleh penurunanpenjualan dari produk unggulan. Pada 1Q15, penjualan CPO mencapai sebesar Rp434,11 billion, atau menyumbang 83% dari total penjualan. Angka tersebut 19% lebih rendah dibandingkan 1Q14, dan Laba bersih Perseroan mengalami penurunan dari Rp55,42 miliar atau Rp29 per saham menjadi Rp16,57 miliar atau Rp9 per saham, turun 70,10%

Penurunan penjualan CPO secara tahunan disebabkan oleh harga jual yang menurun 12% dan volume yang menurun sebesar 7%. Harga jual rata-rata pada pada 1Q15 menurun menjadi Rp7.908 per kg sementara volume penjualan juga menurun menjadi sebesar 55,111 ton. Jatuhnya harga jual merupakan dampak dari harga acuan internasional di Malaysia yang juga terkoreksi menjadi MYR2,263 per ton di 1Q15, atau 16% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sisi positifnya, tingkat ekstraksi minyak telah berhasil ditingkatkan hingga 22,3% di 1Q15, atau melebihi pencapaian 1Q14 yang sebesar 21,6%. Alhasil, Sampoerna Agro berhasil meningkatkan produksi CPO sebesar 9% menjadi sebesar 58,289 ton di 1Q15.

Penurunan produksi pada 1Q15 merupakan kelanjutan dari siklus panen rendah yang terjadi sejak 4Q14. Namun, kontribusi dari perkebunan inti dan wilayah perkebunan Kalimantan mampu meredam fluktuasi tersebut, seperti yang ditampilkan dalam kedua grafikpada halaman 2 buletin ini. Indikator-indikator tersebut telah berjalan sesuai dengan strategi P erseroan dalam upaya meminimalkan fluktuasi.

Aset SGRO pada Q1 2015 mencapai Rp5,52 triliun, meningkat sedikit dari aset tahun 2014 yaitu Rp5,47 triliun. Utang Perseroan mengalami penurunan sedikit dari Rp2,49 triliun menjadi Rp2,45 triliun.

Related posts