Oktober 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

ISAT / Indosat Tbk Rugi Rp453,36 miliar pada Q1 2015

Britama.com – Perusahaan telekomunikasi terbesar dan terkemuka di Indonesia PT Indosat Tbk(ISAT) mencetak Kerugian bersih pada laporan QI 2015 mencapai Rp453,36 miliar atau Rp83,84 per saham, Kerugian bersih tersebut menunjukkan kinerja ISAT yang merosot bila dibandingkan dengan Laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp796,80 miliar atau Rp146,63 per saham.

Kerugian bersih pada Q1 2015 tersebut disebabkan oleh Peningkatan Beban usaha Perseroan dan adanya Keuntungan dari Penjualan Investasi pada Q1 2014 sebesar Rp413,70 miliar sedangkan pada Q1 2015 tidak ada. Beban Usaha perseroan pada Q1 2015 mencapai Rp5,59 triliun, tumbuh 7,5% dari beban usaha pada Q1 2014 yaitu Rp5,20 triliun. Beban usaha perseroan terdiri dari Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi (Rp2,62 triliun pada Q1 2015 dan Rp2,39 triliun pada Q1 2014), Beban Penyusutan dan Amortisasi (Rp2,07 triliun dan Rp1,99 triliun), Beban Karyawan (Rp0,45 triliun dan Rp0,42 triliun), serta Beban Umum dan Pemasaran (Rp0,42 triliun dan Rp0,36 triliun, dan Pendapatan (Beban) Lainnya (Rp0,03 triliun dan Rp0,05 triliun).

Pendapatan perseroan pada Q1 2015 mengalami pertumbuhan sebesar 5,55% menjadi Rp6,09 triliun dari pendapatan pada Q1 2014 sebesar Rp5,77 triliun. Pendapatan Indosat terdiri dari Pendapatan Telepon, pendapatan interkoneksi (interkoneksi domestik dan international), pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika, pendapatan sewa jaringan, pendapatan jasa telekomunikasi lainnya (Customer Premise Equipment (CPE) dan terminal pendapatan Sewa, E-paymnet, dan lainnya). Di bawah ini adalah rincian Pendapatan ISAT pada Q1 2015 dan Q1 2014 yaitu

  1. Selular – Rp4,90 triliun dan Rp4,65 triliun.
  2. Telekomunikasi Tetap – Rp0,29 triliun dan Rp0,26 triliun.
  3. Pendapatan data, internet, jasa IT – Rp0,90 triliun dan Rp0,86 triliun.

Total aset Indosat hingga kuartal I 2015 mencapai Rp52,84 triliun turun sedikit dari Rp53,27 triliun pada tahun 2014. Total utang perseroan mengalami penurunan sedikit dari Rp38,97 triliun tahun 2014 menjadi Rp38,96 triliun pada Q1 2015.

Related posts