Oktober 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Q1 2015 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tumbuh 14%

Britama.comPT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melaporkan penjualan neto konsolidasi ICBP tumbuh 8,3% menjadi Rp7,97 triliun dari Rp7,36 triliun. Divisi Mi Instan, Dairy, Makanan Ringan, Penyedap Makanan, Nustrisi dan Makanan Khusus dan Minuman, masing-masing memberikan konstribusi sebesar 68%, 16%, 6%, 2%, 2% dan 6% terhadap penjualan neto konsolidasi.

Laba usaha tumbuh 12,7% menjadi Rp1,01 triliun dari Rp896,0 miliar, dan marjin laba usaha naik menjadi 12,7% dari 12,2% di tengah kenaikan bebab operasional. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 14,0% menjadi Rp796,8 miliar atau Rp137 per saham dari Rp698,7 miliar atau Rp120 per saham. Marjin laba bersih naik sediki menjadi 10,0% dari 9,5%. Core profit tumbuh 10,6% menjadi Rp781,5 miliar dari Rp706,7 miliar.

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Office ICBP, mengatakan: “Kami senang bahwa ICBP kembali mencatatkan kinerja yang baik meskipun menghadapi kondisi pasar yang penuh tantangan. Kami tetap yakin pada potensi jangka panjang Indonesia, serta kami akan terus berupaya mempercepat pertumbuhan dan menyeimbangkan portofolio usaha Perseroan.

Produk makanan dan minuman perseroan terdiri dari berbagai merek yang dikenal di Indonesia . Merek-merek utama produk ICBP termasuk berbagai merek mi instan (Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie, Mie telur Cap 3 Ayam, Pop Bihun), Produk Dairy (Indomilk, Cap Enaak, Indoeskrim, dan Orchid Butter), makanan ringan (Chitato, Qtela dan Trenz), Penyedap makanan (Sambal Indofood, Sirup Indofood Freiss dan Bumbu Racik Indofood), produk nutrisi dan makanan khusus (Promina dan SUN), serta produk minuman non alkohol (Pepsi, 7up, Mirinda dan Tropicana Twister melalui exclusive bottling agreement, serta Club, Ichi Ocha, Tekita, Cafela dan Fruitamin).

Pada Q1 2015, Aset Perseroan mencapai Rp26,12 triliun, tumbuh sedikit dari Rp25,05 triliun pada tahun 2014. Utang Perseroan mengalami kenaikan dari Rp6,23 triliun menjadi Rp6,45 triliun pada Q1 2015.

Related posts