Juni 20, 2019

Select your Top Menu from wp menus

Kinerja Q1 2015 SULI / SLJ Global Tbk negatif

Britama.com – Pada Q1 2015, Emiten pengolahan kayu lapis PT SLJ Global Tbk (SULI) telah melaporkan kerugian bersih sebesar Rp36,40 miliar atau Rp(11,75)( Dilusian Rp10,22) per saham. Laba bersih tersebut menunjukkan kinerja Perseroan pada Q1 2015 merosot bila dibandingkan dengan laba bersih pada Q1 2014 yaitu Rp37,27 miliar atau Rp11,97 per saham.

Penjualan perseroan pada Q1 2015 tetap mengalami pertumbuhan yang cukup besar yaitu 143,85% menjadi Rp199,79 miliar dari Penjualan Q1 2014 yaitu Rp81,93 miliar meskipun kinerja perseroan atau kerugian yang dialami oleh SULI pada Q1 2015. Kerugian tersebut timbul akibat kerugian kurs yang cukup besar pada Q1 2015 yakni sebesar Rp37,67 miliar, sedangkan pada Q1 2014 mengalami Keuntungan kurs sebesar Rp58,38 miliar. Penjualan SULI pada Q1 2015 dan Q1 2014 terdiri dari

  1. Ekspor
    • Kayu lapis – Rp130,72 miliar (15.861 m3) dan Rp34,90 miliar (4050 m3).
    • Kayu lapis olahan – Rp0,81 miliar (87 m3) dan Rp1,75 miliar (163 m3).
    • Kayu Gergajian – Rp7,29 miliar (783 m3) dan Rp7,60 miliar (788 m3).
  2. Lokal
    • Kayu lapis – Rp8,71 miliar (2344 m3) dan Rp3,40 miliar (836 m3).
    • Kayu bulat – Rp22,84 miliar (45.543 m3) dan Rp8,14 miliar (10.083 m3).
    • Kayu Gergajian – Rp0,12 miliar (77 m3) dan Rp0,81 miliar (782 m3).
    • Listrik – Rp28,10 miliar dan Rp25,69 miliar.
    • Lain-lain – Rp1,21 miliar dan Rp0,47 miliar.

Beban pokok pendapatan usaha mengalami kenaikan dari Rp76,67 miliar menjadi Rp166,30 miliar, dan Beban usaha mengalami peningkatan dari Rp13,79 miliar menjadi Rp24,46 miliar. Sedangkan Beban Keuangan mengalami penurunan dari Rp9,87 miliar menjadi Rp8,34 miliar.

Aset SULI meningkat dari Rp900,61 miliar tahun 2014 menjadi Rp905,17 miliar pada Q1 2015, Utang SULI mencapai Rp1,31 triliun pada Q1 2015, naik dari Rp1,27 triliun pada tahun 2014.

Related posts