Oktober 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Adaro Energy Tbk / ADRO anjilok 54,13% pada Q1 2015

Britama.com – Emiten pertambangan batubara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membukukan penurunan laba bersih pada Q1 2015 sebesar 54,13% menjadi USD59,06 atau USD0,00185 (dilusian USD0,00172) juga dari Laba bersih pada Q1 2014 yaitu sebesar USD128,75 juta atau USD0,00403 (dilusian USD0,00375).

Anjiloknya kinerja perseroan pada Q1 2015 disebabkan Pasar batubara pada 1Q15 masih sulit karena harga masih mengalami tekanan akibat kondisi kelebihan pasokan yang terus berlanjut serta penurunan pertumbuhan permintaan dari China. Harga jual rata-rata Adaro pada 1Q15 turun 14% dari periode yang sama tahun lalu. Produksi yang berasal dari PT Adaro Indonesia (AI) maupun Balangan Coal melalui PT Semesta Centramas (SCM) turun 6% menjadi 13,2 Mt. Volume penjualan turun 3% menjadi 13,4 Mt, yang bersama dengan penurunan harga menyebabkan penurunan pendapatan usaha sebesar 16% menjadi ASD711 juta. Penjualan batubara menyumbangkan 93% dari pendapatan usaha perusahaan, sedikit menurun dari tahun 2014, selain Penjualan Batubara, ADRO juga mendapatkan konstribusi dari Jasa Penambangan USD34,26 juta A1 2015 dan USD33,69 juta Q1 2014, dan Lainnya USD17,59 juta dan USD18,99 juta.

Adaro menurunkan nisbah kupas aktual 1Q15 sebesar 3% menjadi 4,72x, atau lebih rendah dari rencana nisbah kupas 2015 yang telah ditetapkan pada 5,33x karena musim hujan. Adaro memperkirakan aktivitas pemindahan lapisan penutup akan naik di kuartal kedua seiring berakhirnya musim hujan. Saat ini perusahaan berada di posisi yang tepat untuk mencapai ratarata nisbah kupas yang direncanakan sebesar 5,33x. Beban pokok pendapatan turun 9% menjadi USD545 juta karena pemindahan lapisan penutup turun 9% menjadi 62,1 Mbcm.

Lebih lanjut, beban pokok pendapatan yang tercapai lebih baik daripada rencana juga merupakan buah disiplin perusahaan dalam menerapkan efisiensi biaya, biaya bahan bakar yang lebih rendah daripada perkiraan, serta penurunan biaya pengangkutan dan penanganan. Biaya kas batubara (tidak termasuk royalti) turun 6% menjadi USD28,15 per tonne, atau lebih rendah daripada panduan tahunan yang telah ditetapkan pada kisaran USD31 sampai USD33 per tonne. Untuk mengantisipasi fluktuasi harga minyak dan mengunci marjinnya, Adaro telah melakukan lindung nilai terhadap sekitar 30% kebutuhan bahan bakar tahun 2015 dengan harga pada rentang atas USD0,70an per liter. Harga lindung nilai bahan bakar ini masih di bawah anggaran perusahaan untuk tahun 2015, sehingga mendukung upaya untuk bertahan di bawah panduan biaya kas batubara.

Beban usaha naik 22% menjadi USD42 juta akibat peningkatan beban penjualan & pemasaran. Walaupun pada tahun 2014 Adaro Energy mencatat pendapatan lain-lain sebesar USD31 juta, selama tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015, perusahaan mencatat beban lainlain sebesar USD8 juta, yang terutama disebabkan oleh kerugian selisih kurs.

Related posts