Oktober 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Dharma Satya Nusantara Tbk / DSNG merosot 61,30% pada Q1 2015

Britama.com – Emiten perkebunan sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) masih mampu mempertahankan margin laba kotor sebesar 27% pada Q1 2015, meskipun terjadi penurunan penjualan dan harga Crude Palm Oil (CPO) sejak beberapa bulan terakhir.

Pada Q1 2015, DSNG membukukan laba kotor sebesar Rp272 miliar, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 20,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp341 miliar. Meskipun demikian, Perseroan masih mampu mempertahankan margin laba kotor konsolidasi pada level 27%, relatif sama dengan margin laba kotor periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Perseroan juga masih mampu menjaga margin laba operasi sebesar 16,5% atau relatif sama dengan Q1 tahun lalu, meskipun laba operasi Perseroan pada kuartal I 2015 mengalami penurunan sebesar 17,8% menjadi Rp169 miliar.

Wakil Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan pada Q1 2015 ini, volume produksi dan penjualan CPO Perseroan memang mengalami penurunan akibat adanya kemarau yang panjang. Namum, Perseroan tetap mampu menjaga efisiensi yang ditunjukan dengan margin laba relatif stabil.

Bahkan, margin EBITDA Perseroan meningkat dari 21,8% pada Q1 2014 menjadi 23,9% pada Q1 2015. Pada Q1 2015, Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp245 miliar, mengalami penurunan sebesar 9,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp270 miliar, dan Laba bersih pada Q1 2015 merosot 61,30% menjadi Rp57,67 miliar atau Rp27,20 (dilusian Rp27,04) per saham dari Laba bersih pada Q1 2014 yaitu Rp149,02 miliar atau Rp70,30 per saham.

Dalam tiga pulan pertama tahun ini, Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,02 triliun atau turun 17,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,24 triliun. Penurunan Penjualan bersih tersebut disebabkan oleh dampak dari turunnya volumen produksi dan penjualan CPO Perseroan.

Tiga bulan pertama tahun ini, produksi Tandan Buah Segar (TBS) Perseroan menurun sebesar 1,4%, sedangkan volume produksi CPO Perseroan mencapai 78,3 ribu ton, turun sebesar 11,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 88,4 ribu ton. Harga rata CPO dalam 3 bulan terakhir ini juga turun menjadi Rp7,7 juta per ton, dibandingkan harga rata-rata CPO 3 bulan pertama tahun lalu yang mencapai Rp8,8 juta ton.

Namun kami optimis memasuki kuartal kedua, produksi TBS dan CPO Perseroan akan membaik. Hal ini sudah terlihat pada bulan Maret 2015, dimana produksi TBS maupun CPO sudah lebih tinggi daripada produksi Maret 2014.” Kata Andrianto Oetomo. Sampai dengan Maret 2015, jumlah lahan tertanam DSNG mencapai 81,142 Ha. Dari jumlah tersebut, sekitar 63,486 Ha merupakan lahan tertanam kebun inti dengan rata usia tanam 8,1 tahun, dan Seluruh Aset Perseroan pada Q1 2015 mencapai Rp7,37 triliun tumbuh dari aset tahun 2014 sebesar Rp7,17 triliun. Utang Perseroan meningkat dari Rp4,88 triliun tahun 2014 menjadi Rp5,12 triliun pada Q1 2015.

Related posts