Oktober 21, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih PTPP pada Q1 2015 tumbuh 52%

Britama.com – Kinerja PT PP Tbk (PTPP), salah satu perusahan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuha laba bersih pada Q1 2015 sebesar Rp93,6 miliar atau tumbuh 52% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp61,4 miliar. Lonjakkan tersebut merupakan konstribusi seluruh pilar bisnis Perseroan yang menghasilkan keuntungan bagi Perseroan, yaitu Konstruksi, properti, EPC (Engineering, Procurement, and Construction), Pracetak, Peralatan, dan Investasi. Di samping itu ini adalah hasil dari program efisiensi dan inovasi terus menerus di Perseroan”, Bambang Triwibowo mengatakan kepada media.

Total Order book sampai dengan minggu ketiga April 2015 mencapai Rp36,6 triliun yang terdiri dari perolehan kontrak baru sebesar Rp7,6 triliun dan Carry Over sebesar Rp29 triliun. Beberapa proyek baru yang diperoleh Perseroan antara lain Reklamasi Mandala City di Makassar sebesar Rp2,5 triliun, St Moritz di Makassar Rp576 miliar, One Otium Residen Antasari di Jakarta Rp472 miliar, Manhattan Greenland Rp351 miliar, Apartemen Gunawangsa di Surabaya Rp327 miliar, CBD Semarang Rp141 miliar, Gedung Jasa Marga Jakarta Rp112 miliar, Rumah Budaya Indonesia di Dili Timor Leste Rp77 miliar. Disamping itu perolehan kontrak baru tersebut juga dikonstribusi oleh penjualan anak usaha Perseroan s/d minggu ke tiga April, yaitu PT PP Properti Rp650 miliar, PT PP Pracetak Rp390 miliar dan PT PP Peralatan Rp51 miliar.

Guna Mendukung Peningkatan Laba di tahun 2015, Perseroan telah melakukan aksi korporasi, antara lain Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Rp 300 miliar yang telah dilaksanakan pada awal Februari 2015.

Perseroan melalui anak usahanya PT PP Pracetak saat ini sedang dalam proses pendirian pabrik pracetak baru di Lampung dengan kapasitas produksi 200 ribu ton per tahun. Di bisnis peralatan konstruksi, yaitu PT PP peralatan saat ini sedang dalam perseiapan untuk mengembangkan bisnis Bored Pile, sedangkan PT PP Properti meneruskan pembangunan proyek Grand Kamala Lagoon Tower kedua di Kalimalang setelah tower pertama sejumalh 1688 unit terjual habis dalam waktu 7 bulan. Begitu pun proyek Grand Sungkono Lagoon di Surabaya saat ini juga meneruskan pembangunan Tower ke dua setelah tower pertama sejumlah 508 unit ludes dalam waktu 7 bulan. Selain itu, PP Properti juga meluncurkan produk baru, yaitu apartemen Ayoma di Serpong, apartemen Payon Amartha di Semarang, dan The North East Square di Surabaya. PP Properti juga bersinergi dengan perusahaan lain untuk mengembangkan lahan, salah satunya dengan BPJS di lahan seluas 0,5 Ha di Jakarta.

Related posts