Oktober 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih TBIG / Tower Bersama Infrastructure Tbk anjilok 39,28% pada Q1 2015

Britama.com – Emiten Infrastruktur telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melaporkan laba bersih pada Q1 2015 sebesar Rp319,80 miliar atau Rp67,79 per saham. Laba bersih tersebut merosot sebesar 39,28% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Q1 2014 yaitu Rp526,65 miliar atau Rp110,06 per saham.

Merosotnya kinerja TBIG pada Q1 2015 tersebut disebabkan oleh Kerugian Kurs yang cukup besar yaitu Rp30,85 miliar, sedangkan pada Q1 2014 Perseroan malah mendapatkan keuntungan kurs sebesar Rp266,23 miliar. Pendapatan pokok Perseroan mengalami peningkatan sebesar 5,90% menjadi Rp827,34 miliar dari pendapatan pada Q1 2014 yaitu Rp781,23 miliar. Pendapatan pokok perseroan pada Q1 2015 dan Q1 2014 terdiri dari Sewa dan Pemeliharaan Menara. Di bawah ini adalah beberapa pelanggan utama TBIG pada Q1 2015 dan Q1 2014 yaitu

  1. PT Telekomunikasi Selular – Rp320,33 miliar dan Rp256,73 miliar.
  2. PT Indosat Tbk (ISAT) – Rp193,55 miliar dan Rp181,34 miliar.
  3. PT XL Axiata Tbk (EXCL) – Rp126,52 miliar dan Rp86,81 miliar.
  4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) – Rp52,53 miliar dan Rp72,34 miliar.
  5. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) – Rp21,15 miliar dan Rp20,86 miliar.
  6. PT Hutchison 3 Indonesia – Rp89,79 miliar dan Rp80,12 miliar.
  7. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) – Rp0 miliar dan Rp28,01 miliar.
  8. PT Axis Telekom Indonesia – Rp0 dan Rp40,49 miliar.
  9. Lainnya – Rp23,46 miliar dan Rp14,54 miliar.

Beban Pokok Pendapatan mengalami penurunan dari Rp120,59 miliar menjadi Rp104,22 miliar. Beban usaha meningkat dari Rp67,08 miliar menjadi Rp78,86 miliar dan Beban keuangan Perseroan meningkat dari Rp272,89 miliar menjadi Rp354,99 miliar, serta Keuntungan Kenaikan nilai wajar atas properti investasi meningkat dari Rp54,75 miliar menjadi Rp126,98 miliar.

Aset TBIG pada Q1 2015 mencapai Rp22,63 triliun, tumbuh sedikit dari aset pada tahun 2014 yaitu Rp22,03 triliun. Utang Perseroan mengalami peningkatan dari Rp17,90 triliun menjadi Rp18,76 triliun.

Related posts