Oktober 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Penawaran Umum Perdana (IPO) PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) dilakukan oleh PT Indo Premier Securities selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek & Penjamin Emisi Efek dan Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) selaku Penjamin Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
04 Jun 2015
Masa Penawaran
08 – 09 Jun 2015
Tanggal Penjatahan
10 Jun 2015
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
11 Jun 2015
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
11 Jun 2015
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
12 Jun 2015

Jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum ini adalah sebanyak 1.714.285.000 lembar saham dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp585,- per saham.

PT Mega Manunggal Property didirikan pada tanggal 23 Agustus 2010. Kantor pusat PT Mega Manunggal Property berlokasi di Grha Intirub Lantai 2 Intirub Business Park Jl. Cililitan Besar No. 454 Jakarta Timur 13650.

Kegiatan utama PT Mega Manunggal Property adalah bergerak dalam bidang pembangunan dan pengembangan, investasi, perdagangan, perindustrian, jasa dan angkutan. Kegiatan usaha utama yang dijalankan PT Mega Manunggal Property adalah pengembangan dan penyediaan Properti Logistik, dengan konsep utama yaitu built-to-suit dengan penyewa tunggal dan standard warehouse building yang disewakan kepada sejumlah penyewa maupun penyewa tunggal.

Untuk diketahui, sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Mega Manunggal Property dimiliki oleh PT Mega Mandiri Properti sebesar 99,00% dan Hungkang Sutedja (1,00%).

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan, antara lain: 1). sekitar 90,0% akan digunakan oleh Perseroan dan/atau Anak Usaha untuk membeli tanah di lokasi yang dipandang strategis dan/ atau melakukan pembelian/akuisisi/penyertaan saham perusahaan yang bidang usahanya sejenis. 2) sisanya sekitar 10% digunakan untuk belanja modal kegiatan konstruksi pada Perusahaan dan/ atau Anak Usaha.

Related posts