Oktober 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Akankah DOID bernasib sama dengan BUMI, BRAU dan BORN?

britama.com, Akankah DOID (Delta Dunia Makmur Tbk) bernasib sama dengan BUMI (Bumi Resources Tbk), BRAU (Berau Coal Energy Tbk) dan BORN (Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk)?, muncul pertanyaan demikian ini, dikarenakan DOID memiliki struktur modal yang hampir sama dengan BUMI, BRAU dan BORN, yakni besar di hutang daripada modal yang menyebabkan kesulitan dalam menyelesaikan kewajibannya (hutang) dan pada akhir membuat harga saham ketiga emiten tersebut bertengger di Rp50,-.

Dua dari tiga emiten ini telah disuspen oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni BORN dan BRAU, dikarenakan belum menyampaikan laporan keuangan tahunan 2014. Keterlambatan laporan keuangan ini terjadi karena BRAU masih berusaha melakukan refinancing hutang sebesar USD450 juta.

Ya… untuk saat ini, kondisi keuangan DOID masih lebih baik bila dibandingkan dengan BUMI, BRAU dan BORN yang telah mengalami defisiensi modal (modal negatif). DOID memiliki modal yang positif dan aset lancar lebih besar bila dibandingkan hutang jangka pendek. Selain itu, hutang jangka panjang DOID (hutang kepada Sumitomo Mitsui Banking Corporation sebesar 591.643.763) baru akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2019. Lebih detailnya struktur modal masing-masing emiten bisa dilihat pada tabel laporan keuangan:

Kenapa kita tertarik membahas ini, walaupun DOID masih memiliki aset lancar yang lebih besar dari hutang jangka pendek dan jatuh tempo hutang jangka panjang masih lama. Ini dikarenakan dalam aset lancar (terutama piutang usaha) terdapat piutang usaha dari PT Berau Coal sebesar USD92.919.735. Selain itu, 52% pendapatan DOID di semester I 2015 ini berasal dari PT Berau Coal. Untuk diketahui, saat ini PT Berau Coal sedang dimohon pailit oleh PT Cakra Sinegi Investama.

Perlu diketahui, PT Berau Coal merupakan anak usaha tidak langsung dari BRAU (saat ini mengalami defisiensi modal), dimana berdasarkan laporan keuangan Q3 2014 BRAU memiliki secara tidak langsung 90% saham PT Berau Coal.

Pada semester I 2015 DOID membukukan kerugian bersih sebesar USD10,14 juta, hal ini sebabkan lesu sektor batubara, yang dimana kegiatan utama DOID adalah kontraktor dan pertambangan batubara melalui anak usahanya yaitu, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).

Dari gambaran diatas, dapat disimpulkan potensi DOID mengalami nasib seperti BUMI, BRAU dan BORN, sangat besar. Apabila kondisi sektor batubara tidak membaik, yakni harga batubara bertahan lama dikisaran USD60 per metrik ton dan bila terjadi pailit pada PT Berau Coal.

Tabel Laporan Keuangan

Keterangan
BORN *)
BRAU *)
BUMI *)
DOID *)
Aset Lancar
169.185.660
933.674.000
2.346.891.707
331.592.809
Aset Tidak Lancar
880.913.534
942.979.000
4.153.637.211
533.798.509
Kewajiban Jangka Pendek
1.490.804.040
1.380.638.000
6.798.673.348
112.768.896
Kewajiban Jangka Panjang
100.902.721
525.472.000
434.896.928
667.305.736
Modal yang diatribusikan kepada pemilik induk
-541.610.234
-85.054.000
-844.549.286
85.316.550
Kepentingan nonpengendali
2.666
55.597.000
111.507.928
136
Modal Bersih
-541.607.568
-29.457.000
-733.041.358
85.316.686
Current Ratio (Rasio Lancar)
0,11
0,68
0,35
2,94
Debt Ratio (Rasio Hutang)
1,52
1,02
1,11
0,90
Debt to Equity Ratio
(Rasio Hutang terhadap Modal)
-2,94
-22,41
-8,57
9,14

*) Sumber dari laporan keuangan: BORN (Q3 2014), BRAU (Q3 2014), BUMI (laporaan keuangan tahunan 2014) dan BORN (laporaan keuangan Q2 2015)

Perhatian: britama.com tidak memberikan pernyataan akurat atau tidak akurat terhadap segala pendapat / rekomendasi / informasi / saran / data-data sebagaimana tercantum dalam Website ini karena hanya bersifat memberikan informasi pasar saham. Pilihan dalam berinvestasi sepenuhnya menjadi keputusan dan tanggung jawab pribadi investor.

Related posts