Januari 16, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Bank Jabar / BJBR Cetak kenaikan laba bersih menjadi Rp580,32 miliar Semester I 2015

Britama.com – Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) membuku kenaikan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar 21,84% menjadi Rp580,32 miliar atau Rp59,85 per saham dari Laba bersih pada Semester I 2014 sebesar Rp476,28 miliar atau Rp49,12 per saham.

Pertumbuhan kinerja Perseroan di Semester I 2015 didukung oleh kenaikan Pendapatan Bunga dan Syariah Semester I 2015 sebesar 9,93% menjadi Rp4,726 triliun dari Pendapatan Bunga dan Syariah Semester I 2014 sebesar Rp4,33 triliun, dan Pendapatan Operasional perseroan mengalami kenaikan dari Rp181,17 miliar menjadi Rp230,27 miliar. Di bawah ini adalah rincian Pendapatan Bunga dan Syariah Bank Jabar pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Pendapatan Bunga
    • Kredit – Rp3,77 triliun dan Rp3,52 triliun.
    • Penempatan pada BI dan Bank Lain – Rp316,25 miliar dan Rp278,51 miliar.
    • Giro pada BI dan Bank Lain – Rp18,68 miliar dan Rp16,10 miliar.
    • Surat Berharga – Rp302,81 miliar dan Rp235,32 miliar.
    • Lainnya – Rp2,91 miliar dan Rp2,74 miliar.
  2. Syariah
    • Margin – Rp248,42 miliar dan Rp162,48 miliar.
    • Bagi Hasil – Rp97,21 miliar dan Rp93,31 miliar.
    • Penempatan Sewa Ijarah – Rp7,30 miliar dan Rp11,03 miliar.
    • Fee Ujroh – Rp0 dan Rp0,15 miliar.
  3. Provisi dan Komisi Syariah – Rp15,40 miliar dan Rp24,03 miliar.

Beban Bunga dan Syariah mencapai Rp2,45 triliun, naik 9,87% dari Beban Bunga dan Syariah pada Semester I 2014 yaitu Rp2,23 triliun, dan Beban Operasional mengalami kenaikan dari Rp1,69 triliun menjadi Rp1,80 triliun.

Pada Akhir Juni 2015 total Aset Bank Jabar mencapai Rp95,90 triliun, naik 26,50% dari total Aset Perseroan pada tahun 2014 yaitu sebesar Rp75,84 triliun, dan total Utang Perseroan pada Semester I 2015 mencapai Rp83,67 triliun naik dari Rp63,88 triliun, serta Dana Syirkah Temporer Rp5,29 triliun di Semester I 2015, dan di tahun 2014 mencapai Rp4,87 triliun.

Related posts