September 18, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Semester I 2015 : Penjualan batubara PTBA mencapai 9,03 juta ton dan Laba bersih Rp0,8 triliun

Britama.com – Perusahaan pertambang batubara terbesar di Indonesia yang dimiliki Negara, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melaporkan pada Semester I 2015 dengan penjualan batubara meningkat 2,02% menjadi 9,03 juta ton dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu yaitu 8,83 juta ton, dan Perseroan memperoleh Pendapatan sebesar Rp6,51 triliun atau 1% lebih tinggi dibandingkan perolehan pada Semester I tahun 2014 yaitu Rp6,43 triliun.

Harga jual rata-rata terkoreksi 3% menjadi Rp703.005 per ton bila dibandingkan dengan harga jual rata-rata pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp725.766 per ton.

Penjualan Batubara Perseroan terdiri dari Ekspor sebesar 49% atau tumbuh 20% bila dibandingkan dengan Ekpor pada Semester I tahun lalu yaitu sebesar 3,66 juta ton. Sementara Penjualan Domestik sebesar 4,62 juta ton atau turun 10% dari periode yang sama tahun lalu yaitu 5,16 juta ton, sehingga komposisi ekspor dan penjualan domestic sebesar 49% dan 51%. Negara tujuan utama Ekspor batubara PTBA yaitu Taiwan, Jepang, Malaysia dan India, serta penetrasi ke pasar baru potensial lainnya seperti Kamboja, Korea Selatan, Srilangka, Bangladesh, dan Vietnam.

Dengan besaran volume Penjualan dan tingkat harga jual yang berlaku, Perseroan memperoleh laba bersih Rp0,8 triliun dengan gross profit margin (GPM) sebesar 26%, Operating Profit Margin (OPM) sebesar 14% dan Net Profit Margin (NPM) sebesar 12%.

Kenaikan volume Penjualan batubara didukung oleh peningkatan angkutan kereta api dari lokasi tambang di Tanjung Enim menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan Dermaga Kertapati di Palembang menjadi 7,47 juta ton atau naik 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 7,11%

Untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, Perseroan telah menyelesaikan peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung menjadi 25 juta ton per tahun dibandingkan sebelumnya yang hanya 13 juta ton per tahun dengan melakukan penambahan sebuah Dermaga baru berkapasitas 210.000 DWT, yang ditandai dengan peresmian oleh Menteri Perhubungan pada Juni lalu sebagai pelabuhan yang memiliki kapasitas standar terbesar di Indonesia.

Pelabuhan Tarahan sekarang sudah dapat melayani pemuatan batubara secara bersamaan di tiga Dermaga secara bersamaan, masing-masing dengan kapasitas sandar 210.000 DWT, 80.000 DWT dan dermaga tongkang 10.000 DWT.

Untuk meningkatkan kapasitas Pelabuhan Tarahan, PT Kereta Api Indonesia juga sudah meningkatkan kapasitas angkutnya menjadi 22,7 juta ton per tahun mulai Semester II dengan selesainya pembangunan Double Track jalan kereta api dari lokasi tambang di Tanjung Enim menuju Prabumulih, serta sebelumnya dengan sudah datangnya tambahan jumlah lokomotif dan gerbong batubara.

Related posts