Desember 01, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Minyak mentah dunia terus anjilok hingga menjadi USD47,81 per barel

Britama.com – Minyak mentah berjangka mencapai posisi terendah empat bulanan setelah penurunan tajam di west texas intermediate (WTI) pengiriman September 2015 di New York Merchantile Exchange turun 0,70% menjadi USD47,81 per barel. Sepanjang tahun ini, harga komoditas energi ini sudah terkoreksi sebesar 16,85%.

Hal tersebut disebabkan pasokan minyak yang masih menumpuk membuat harga minyak mentah semakin tertekan, dan Minyak juga tertekan oleh kenaikan tajam kegiatan pengeboran AS, karena produsen minyak menambahkan 21 rig pekan lalu, terbesar dalam lebih dari satu tahun. Ini menunjukkan sebuah bahwa output minyak mentah berjangka pulih dari posisi terendah enam tahunan di pertama kuartal.

Minyak mentah Brent turun USD1,15 atau 2 persen menjadi USD53,47 per barel. Sementara minyak mentah AS, turun 75 sen atau 1,6 persen menjadi USD47,39 per barel.

Produsen minyak di Teluk Timur Tengah, tengah bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar. Akibatnya, produksi meningkat 2-3 persen lebih dari yang dibutuhkan.

Sebuah data memperlihatkan, hedge fund dan manajer investasi lainnya memangkas posisi net long mereka di Brent untuk pertama kalinya dalam empat minggu sampai dengan 21 Juli..

Related posts