Juni 21, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Ubah Metode pencatatan, laba bersih SRTG melonjak 120,01% Semester I 2015

Britama.com – Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar Rp1,19 triliun atau Rp439,15 per saham, laba bersih Perseroan tersebut melonjak 120,01% dari Rp541,52 miliar atau Rp199,60 per saham pada periode yang sama tahun 2014

Pencapaian kinerja Perseroan pada Semester I 2015 tersebut didukung oleh Keuntungan atas dilusian kepentingan pada entitas asosiasi pada Semester I 2015 sebesar Rp1,31 triliun, sedangkan pada Semester I tahun lalu tidak ada. Beban Pokok Perseroan menurun dari Rp2,78 triliun menjadi Rp1,80 triliun, sedangkan Beban usaha meningkat dari Rp117,08 miliar menjadi Rp128,55 miliar, dan Beban bunga Perseroan meningkat dari Rp117,16 miliar menjadi Rp148,91 miliar.

Pendapatan Pokok Perseroan pada Semester I 2015 turun menjadi Rp2,30 triliun dari Rp3,09 triliun pada periode yang sama tahun 2014, laba dari entitas asosiasi juga mengalami penurunan dari Rp501,40 miliar menjadi Rp243,84 miliar. Pendapatan Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari

  1. Kilang Minyak – Rp2,25 triliun dan Rp3,05 triliun.
  2. Penyewaan Gedung – Rp3,20 miliar dan Rp2,88 miliar.
  3. Floating Storage – Rp47,32 miliar dan Rp42,99 miliar.
  4. Investasi – Rp2,94 miliar dan Rp0,01 miliar.
  5. Eliminasi – Rp(2,06) miliar dan Rp(2,07) miliar.

Aset SRTG pada akhir Juni 2015 mencapai Rp17,83 triliun (Kas Rp1,18 triliun), naik sebesar 9,05% dari total aset pada tahun 2014 yaitu sebesar Rp16,35 (Kas Rp0,54 triliun) triliun, sedangkan total utang di Semester I 2015 mencapai Rp17,83 triliun, naik dari Rp16,35 triliun pada tahun 2014.

CATATAN
Keuntungan atas dilusian kepentingan pada entitas asosiasi pada Semester I 2015 itu berasal dari penyesuaian metode pencatatan akuntansi Anak Usaha (PT Trimitra Karya Jaya) atas investasi di Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang sebelum dicatat menggunakan metode ekuitas diubah menjadi metode biaya. Perubahan metode pencatatan ini dikarenakan ada perubahan persentase kepemilikan saham di MDKA dari sejumlah 25,07% menjadi 16,49%. Perubahan kepemilikan ini disebabkan oleh Penawaran Umum Perdana saham (IPO) MDKA pada tanggal 19 Juni 2015.

Related posts