Oktober 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Beban Melonjak, Holcim Indonesia Rugi Bersih Rp136,06 miliar di Semeter I 2015

britama.com – Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membukukan Rugi Bersih Diatribusikan kepada Induk pada Semester I 2015 sebesar Rp136,06 miliar atau Rp18,02 per saham. Pembukuan rugi ini menunjukan anjloknya kinerja Holcim bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang membukukan Laba Bersih Ditaribusikan kepada Induk sebesar Rp452,93 miliar atau Rp59,11 per saham.

Anjiloknya kinerja Holcim pada Semester 1 2015 ini disebabkan hampir semua beban mengalami kenaikan, sedangkan penjualan malah mengalami penurunan.

Penjualan Holcim mengalami penurunan 1,39% atau dari Rp4,93 triliun pada Semester I 2014 menjadi Rp4,86 triliun pada Semester I 2015 dan Beban Pokok Produksi mengalami kenaikan 8,66% atau dari Rp3,50 triliun menjadi Rp3,80 triliun. Beban Usaha Distribusi, Penjualan, Umum dan Administrasi mengalami kenaikan 29,56%, yakni dari Rp725,86 miliar menjadi Rp940,44 miliar. Adapun kenaikan beban yang paling dratis terjadi di Beban Keuangan, yakni naik sebesar 396,60% atau dari Rp54,21 miliar menjadi Rp269,19 miliar.

Penjualan Holcim terdiri dari Semen, Beton dan Agregat. Semen merupakan konstributor terbesar dari penjualan Holcim pada Semester I 2015 dan Semester I 2014, dengan penjualan masing-masing sebesar Rp4,10 triliun dan Rp4,08 triliun, yang lainnya yaitu:

  1. Beton – Rp725,19 miliar dan Rp827,28 miliar.
  2. Agregat – Rp34,14 miliar dan Rp20,11 miliar.

Penjualan Holcim berdasarkan segmen geografis pada Semester I 2015 dan Semester I 2014, antara lain:

  1. Jawa – Rp3,41 triliun dan Rp3,53 triliun.
  2. Area di luar Jawa – Rp800,63 miliar dan Rp838,28 miliar.
  3. Malaysia – Rp578,00 miliar dan Rp545,18 miliar.
  4. Negara Asia – Rp36,45 miliar dan Rp1,95 miliar.
  5. Negara lain – Rp33,61 miliar dan Rp15,38 miliar.

Hingga akhir Juni 2015, total aset SMCB mencapai Rp17,89 triliun naik dari Rp17,20 triliun tahun 2014, dan total utang SMCB mencapai Rp9,73 triliun pada Semeter 1 2015 atau naik sebesar 12,39% dari total utang SMCB tahun 2014.

Related posts