Oktober 31, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih ADRO / Adaro Energy Tbk merosot 28,87% pada Semester I 2015

Britama.com – Salah satu emiten pertambangan batubara terbesar di Indonesia, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melaporkan penurunan kinerja sebesar 28,87% dengan laba bersih menjadi USD119,15 juta atau USD0,00373 (dilusian USD0,0034) per saham dari laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu USD167,51 juta atau USD0,00524 (dilusian USD0,00487) per saham.

Penurunan kinerja ADRO Pada semester pertama 2015 tersebut, disebabkan volume penjualan Adaro turun sebesar 6% menjadi 26,6 juta ton disebabkan kondisi pasar yang sulit sebagai akibat dari pertumbuhan permintaan batubara yang melambat dan terjadinya kelebihan pasokan. Produksi batubara Adaro turun 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 25,9 juta ton. Harga rata-rata penjualan (ASP) Adaro turun 13% y-o-y sejalan dengan tekanan yang terjadi pada harga pasar batubara. Hal ini tercermin pada pendapatan usaha Adaro yang turun sebesar 17% y-o-y menjadi ASD1.399 juta.

Adaro melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi pasar batubara yang masih menantang dalam jangka pendek karena masih adanya kelebihan pasokan yang semakin menekan harga batubara. Untuk itu Adaro merevisi panduan produksi tahun 2015 menjadi 54 – 56 juta ton dari sebelumnya sebesar 56 – 58 juta ton.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Bapak Garibaldi Thohir mengatakan: “Kami akan terus melaksanakan keunggulan operasional, fokus pada disiplin biaya dan menerapkan strategi yang terencana dengan baik. Adaro yakin bahwa batubara akan tetap menjadi bahan bakar yang paling efisien dan berbiaya murah bagi pembangkit listrik, yang merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Walaupun prospek dalam jangka pendek masih tetap menantang karena pertumbuhan permintaan yang melambat dan ketidakpastian makroekonomi, kami tetap yakin permintaan batubara khususnya dari Indonesia, Asia Selatan dan Asia Tenggara akan memainkan peranan penting di masa yang akan datang.

Kami juga akan terus mengembangkan usaha non pertambangan batubara sekaligus meningkatkan kontribusinya, sehingga Adaro dapat bertahan dengan lebih baik dari siklus pasar batubara. Selain itu, Adaro juga akan terus menjalankan rencana usahanya untuk masuk ke sektor ketenagalistrikan sekaligus berkontribusi dalam menciptakan nilai maksimum dari batubara Indonesia, termasuk melakukan pembayaran dividen tunai dan memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Related posts