Agustus 15, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Pendapatan TBIG / Tower Bersama tumbuh 5,70% pada Semester I 2015

Britama.com – Emiten Infrastruktur telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melaporkan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar Rp570,54 miliar atau Rp120,93 per saham. Laba bersih tersebut merosot sebesar 14,03% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Semester I 2014 yaitu Rp663,65 miliar atau Rp139,68 per saham.

Merosotnya kinerja TBIG pada Semester I 2015 tersebut disebabkan oleh Kerugian Kurs yang cukup besar yaitu Rp100,02 miliar, sedangkan pada Semester I 2014 Perseroan malah mendapatkan keuntungan kurs sebesar Rp22,40 miliar. Pendapatan pokok Perseroan tetap mengalami peningkatan sebesar 5,70% menjadi Rp1,63 triliun dari pendapatan pada Semester I 2014 yaitu Rp1,58 triliun. Pendapatan pokok perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari Sewa dan Pemeliharaan Menara. Di bawah ini adalah beberapa pelanggan utama TBIG pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. PT Telekomunikasi Selular – Rp641,82 miliar dan Rp534,92 miliar.
  2. PT Indosat Tbk (ISAT) – Rp400,57 miliar dan Rp364,83 miliar.
  3. PT XL Axiata Tbk (EXCL) – Rp253,23 miliar dan Rp215,96 miliar.
  4. PT Hutchison 3 Indonesia – Rp183,11 miliar dan Rp163,82 miliar.
  5. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) – Rp102,06 miliar dan Rp139,24 miliar.
  6. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) – Rp42,99 miliar dan Rp41,15 miliar.
  7. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) – Rp0 miliar dan Rp35,43 miliar.
  8. PT Axis Telekom Indonesia – Rp0 dan Rp54,46 miliar.
  9. Lainnya – Rp48,42 miliar dan Rp31,59 miliar.

Beban Pokok Pendapatan mengalami penurunan dari Rp242,44 miliar menjadi Rp210,30 miliar. Beban usaha meningkat dari Rp137,01 miliar menjadi Rp154,11 miliar dan Beban keuangan Perseroan meningkat dari Rp560,26 miliar menjadi Rp711,11 miliar, serta Keuntungan Kenaikan nilai wajar atas properti investasi meningkat dari Rp90,56 miliar menjadi Rp161,74 miliar.

Aset TBIG pada Semester I 2015 mencapai Rp23,02 triliun, tumbuh sedikit dari aset pada tahun 2014 yaitu Rp22,03 triliun. Utang Perseroan mengalami peningkatan dari Rp17,90 triliun menjadi Rp18,85 triliun.

Related posts