April 12, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

PGAS / Perusahaan Gas Negara Tbk cetak laba bersih USD227,34 juta pada Semester I 2015

Sebagai contoh pada Agustus 2015 ini PGAS sudah merampungkan pembangunan pipa trasmisi Kalimantan Jawa Tahap I (Kalija I) sepanjang 207 kilometer. Sepanjang 203 kilometer pipa berada di laut dan 4 kilometer pipa di darat. Turut dibangun pula stasiun gas yang mendukung operasional jaringan pipa tersebut

Pipa Kalija I menghubungkan sumber gas Lapangan Kepodang di laut utara Jawa ke PLTGU Tambak Lorok Semarang, pembangkit listrik milik PLN. “Kami saat ini sedang melakukan commissioning pipa Kalija tersebut,” kata Heri Yusup. Pengoperasian pipa Kalija I tersebut akan membuat PLN dapat menghemat pemakaian bahan bakar.

Sebelum ada pipa Kalija I, panjang infrastruktur pipa gas bumi PGAS adalah 6.263 kilometer. Selesainya pembangunan pipa Kalija I sepanjang 207 kilometer tersebut menambah infrastruktur pipa gas bumi PGAS menjadi 6.470 kilometer. Ini lebih dari 70% pipa hilir gas bumi di Indonesia. Hingga akhir tahun 2015 PGAS juga akan menyelesaikan pembangunan pipa-pipa di wilayah eksisting seperti di Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, dan Kepulauan Riau dan wilayah baru.

Dalam rangka meningkatkan perluasan pemakaian gas bumi untuk rumah tangga, PGAS mendapatkan penugasan dari Kementerian ESDM untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan gas rumah tangga sebanyak 43.334 di 11 kota/kabupaten. Jaringan gas rumah tangga tersebut dibangun oleh Kementerian ESDM.

Kota/Kabupaten tersebut adalah Semarang sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR), Blora 4.000 SR, rumah susun di Jabodetabek 5.234 SR, Kabupaten Bogor 4.000 SR, Kota Cirebon 4.000 SR, Kota Palembang 3.311 SR, Kota Surabaya 2.900 SR, Kota Depok 4.000 SR, Kota Tarakan 3.366 SR, Kota Bekasi 4.628 SR dan Kabupaten Sorong 3.898 SR.

Pelanggan baru rumah tangga tersebut akan makin menambah jumlah pelanggan PGAS yang ada saat ini yang jumlahnya sekitar 100.000 rumah tangga. PGAS sendiri juga terus mengembangkan jaringan gas rumah tangga melalui Program PGAS Sayang Ibu dengan melakukan penambahan 1 juta sambungan baru rumah tangga. Program tersebut dimulai tahun lalu dan berkelanjutan hingga tahun-tahun selanjutnya.

Heri Yusup menyatakan bahwa PGAS akan terus menjadi yang terdepan dalam upaya pemenuhan kebutuhan gas bumi di dalam negeri baik ke berbagai segmen pelanggan mulai dari rumah tangga, UKM, komersial, industri, pembangkit listrik dan transportasi.

Sebagai catatan, Pada Laporan Semester I 2015, Total aset PGAS mencapai USD5,77 miliar, menurun dari USD6,07 miliar tahun 2014, dan utang perseroan mencapai USD2,93 miliar, naik dari USD3,19 miliar tahun 2014.

Related posts