Oktober 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Semenjak IPO hingga Semester I 2015, Kinerja KRAS / Krakatau Steel masih tetap jelek

Britama.com – Hingga Semester I 2015 ini, Kinerja perusahaan baja terbesar di Indonesia PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) masih membukukan kerugian, Kerugian KRAS pada Semester I 2015 malahan bertambah 55,38% menjadi USD134,93 juta atau USD(0,0086) per saham dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 dengan kerugian mencapai USD86,84 juta atau USD(0,0055) per saham.

Kinerja KRAS pada Semester I 2015 yang merosot seiring dengan penjualan Perseroan yang mengalami penurunan sebesar 25,53% menjadi USD677,24 juta dari penjualan pada Semester I 2014 yaitu USD909,20 juta. Pendapatan Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari

  1. Penjualan Produk Baja
    • Lokal – USD519,30 juta dan USD766,07 juta.
    • Ekspor – USD6,40 juta dan USD30,70 juta.
  2. Real Estate dan Perhotelan – USD15,62 juta dan USD5,36 juta.
  3. Rekayasa dan Konstruksi – USD68,53 juta dan USD46,27 juta.
  4. Jasa Pengelolaan Pelabuhan – USD29,79 juta dan USD24,80 juta.
  5. Jasa Lainnya – USD37,60 juta dan USD35,99 juta.

Beban Pokok Perseroan hanya menurun sedikit dari USD881,72 juta menjadi USD716,13 juta, sehingga Semester I 2015 KRAS telah membukukan Kerugian Kotor sebesar USD38,89 juta, sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 masih membukukan Laba Kotor sebesar USD27,48 miliar.

Untuk Beban usaha Perseroan mengalami kenaikan dari USD70,34 juta menjadi USD74,22 juta, dan Beban Keuangan melonjak dari USD19,06 juta menjadi USD37,03 juta, dan Pendapatan (Beban) lain-lain mengalami peningkatan dari USD4,45 juta menjadi USD8,29 juta.

Perseroan pada Semester I 2015 mendapatkan Keuntungan Kurs sebesar USD33,99 juta, sedangkan pada Semester I 2014 membukukan kerugian kurs USD11,56 juta, dan Rugi dari Entitasi Asosiasi meningkat dari USD42,27 juta menjadi USD51,65 juta.

Aset KRAS hingga akhir Juni 2015 sebesar USD2,53 miliar, turun 2,69% dari USD2,60 miliar di tahun 2014, dan total utang mengalami meningkat dari USD1,72 miliar tahun 2014 menjadi USD1,79 miliar Semester I 2015.

Related posts