Oktober 26, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Ekonomi lesu, Laba bersih PGAS merosot 48,25% pada Q3 2015

Britma.com – Emiten pendistribusian gas terbesar di Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengumumkan penurunan kinerja pada Q3 2015 sebesar 48,25% dengan laba bersih menjadi USD306,32 juta atau USD0,0126 per saham dibandingkan USD591,80 juta atau USD0,0244 per saham.

Pencapaian kinerja Perseroan yang kurang memuaskan pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh ekonomi yang lesu sehingga konsumsi gas oleh industri menurun, dan harga jual rata juga mengalami penurunan yang tercermin dari Penjualan Gas Perseroan menurun dari USD2,40 miliar menjadi USD2,14 miliar atau turun 10,83%. Berikut ini adalah rincian penjualan gas Perseroan yaitu

  1. Distribusi gas – USD1,93 miliar dan USD2,14 miliar.
    • Industri – USD1,87 miliar dan USD2,09 miliar.
    • Komersial – USD25,20 juta dan USD41,67 juta.
    • SPBG (Stasiun Pengisian Bahan bakar gas) – USD1,38 juta dan USD0,23 juta.
    • Rumah Tangga – USD3,10 juta dan USD3,33 juta.
  2. Transmisi Gas – USD10,93 juta dan USD24,70 juta.
  3. Penjualan minyak dan Gas Neto – USD194,33 juta dan USD219,36 juta.
  4. Sewa Fiber Optik – USD6,49 juta dan USD5,78 juta.
  5. Lain-lain – USD0 dan USD8,68 juta.

Laba dari ventura bersama meningkat sedikit dari USD51,26 juta menjadi USD53,13 juta.

Beban Pokok Perseroan mengalami peningkatan dari USD1,43 miliar menjadi USD1,44 miliar, dan beban usaha Perseroan meningkat USD266,75 juta menjadi USD280,46 juta, serta Beban Keuangan mengalami peningkatan dari USD21,08 juta menjadi USD71,35 juta.

Akibat fluktuasi nilai rupiah, Perseroan mengalami kerugian kurs cukup besar yaitu USD14,96 juta pada Q3 2015, sedangkan pada Q3 2015 Perseroan mengalami keuntungan kurs sebesar USD17,20 juta.

Untuk Beban Pajak Perseroan menurun dari USD162,38 juta menjadi USD77,85 juta.

Aset PGAS hingga Q3 2015 mencapai USD6,18 miliar, meningkat sedikit dari USD6,07 miliar pada tahun 2014, dan utang Perseroan meningkat dari USD3,19 miliar menjadi USD3,27 miliar.

Related posts