Oktober 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

GIAA / Garuda Indonesia berhasil mencetak laba bersih hingga USD50,13 juta pada Q3 2015

Britama.com – Emiten penerbangang terbesar di Indonesia PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada Q3 2015 berhasil membukukan laba bersih sebesar USD50,13 juta atau USD0,0019 per saham, kinerja tersebut gemilang bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014 yang masih membukukan kerugian yang sangat besar yaitu USD222,30 juta atau USD(0,00919) per saham.

Pencapaian kinerja GIAA pada Q3 2015 tersebut didukung oleh Pendapatan yang meningkat dari USD2,83 miliar pada Q3 2014 menjadi USD2,85 miliar pada Q3 2015, dan juga adanya penurunan harga minyak dunia yang tercermin dari penurunan Biaya Operasional Penerbangan Perseroan sebesar 9,45% menjadi USD2,78 miliar dari Biaya operasional pada Q3 2014 sebesar USD3,07 miliar, serta untuk Pendapatan (beban) lainnya mengalami penurunan dari USD5,88 juta menjadi USD(65,64) juta.

Di bawah ini adalah rincian Pendapatan Garuda Indonesia pada Q3 2015 dan Q3 2014 yaitu

  1. Penerbang berjadwal – USD2,41 miliar dan USD2,47 miliar.
  2. Penerbang tidak berjadwal – USD176,37 juta dan USD107,12 juta.
  3. Lainnya – USD261,82 juta dan USD250,03 juta.

Rincian Beban Usaha dan Lainnya pada Q3 2015 dan Q3 2014 yaitu

  1. Operasional Penerbangan – USD1,64 miliar dan USD1,88 miliar.
  2. Pemeliharaan dan Perbaikan – USD276,53 juta dan USD260,10 juta.
  3. Tiket, Penjualan dan Promosi – USD232,36 juta dan USD260,34 juta.
  4. Bandara – USD224,30 juta dan USD225,94 juta.
  5. Pelayanan Penumpang – USD202,36 juta dan USD225,02 juta.
  6. Administrasi dan Umum – USD164,07 juta dan USD173,76 juta.
  7. Operasional Hotel – USD22,24 juta dan USD25,39 juta.
  8. Operasional Transportasi – USD13,32 juta dan USD13,65 juta.
  9. Operasional Jaringan – USD7,57 juta dan USD12,10 juta.

Beban keuangan Perseroan menurun dari USD58,15 juga menjadi USD51,52 juta.

Hingga Q3 2015, Total seluruh aset mencapai USD3,08 miliar, menurun 0,96% dari aset pada tahun 2014 yaitu USD3,11 miliar. Total utang Perseroan meningkat dari USD1,01 miliar pada tahun 2014 menjadi USD1,11 miliar pada Q3 2015.

Related posts