November 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih ADRO / Adaro Energy Tbk turun 18,16% pada Q3 2015

Britama.com – Salah satu emiten batubara terbesar di Indonesia, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan penurunan kinerja pada Q3 2015 sebesar 18,16% dengan laba bersih menjadi USD180,02 juta atau USD0,00563 (dilusian USD0,00524) dibandingkan USD219,96 juta atau USD0,00688 (dilusian USD0,0064) juta per saham.

Penurunan kinerja ADRO pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh harga jual batubara mengalami penurunan sekitar 14,4% YoY (Year on Year) sehingga pendapatan Pokok Perseroan mengalami penurunan 15,94% menjadi USD2,11 miliar pada Q3 2015 dibandingkan USD2,51 miliar pada periode yang sama tahun 2014, berikut ini adalah rincian penjualan Perseroan pada Q3 2015 dan Q3 2014 yaitu

  1. Pertambangan dan perdagangan batubara – USD1,97 miliar dan USD2,35 miliar.
  2. Jasa Pertambangan – USD356,98 juta dan USD107,28 juta.
  3. Logistik – USD139,86 juta dan USD145,48 juta.
  4. Lainnya – USD67,17 juta dan USD79,83 juta.
  5. Eliminasi – USD(419,16) juta dan USD(404,55) juta.

Ekspor merupakan pasar utama Perseroan dengan penjualan pada Q3 2015 dan Q3 2014 masing-masing sebesar USD1,57 miliar dan USD1,83 miliar, sedangkan domestic USD543,78 juta dan USD673,28 juta, di bawah ini adalah rincian pasar ekpor ADRO, yaitu

  1. Tiongkok – USD316,36 juta dan USD238,42 juta.
  2. India – USD217,28 juta dan USD333,21 juta.
  3. Jepang – USD213,77 juta dan USD245,94 juta.
  4. Korea – USD173,05 juta dan USD246,66 juta.
  5. Lain-lain – USD647,92 juta dan USD769,95 juta.

Beban Pokok Perseroan menurun 12,5% menjadi USD1,68 miliar dari USD1,92 miliar pada Q3 2014, dan beban usaha mengalami penurunan dari USD117,77 juta menjadi USD106,28 juta, serta Beban Keuangan menurun dari USD97,20 juta menjadi USD33,35 juta.

Untuk Beban Pajak Perseroan mengalami penurunan dari USD144,21 juta menjadi USD102,62 juta.

Hingga Q3 2015, Aset ADRO mencapai USD6,22 miliar, turun 2,96% dari aset pada tahun 2014 yaitu sebesar USD6,41 miliar. Utang Perseroan menurun dari USD3,15 miliar menjadi USD2,82 miliar.

Related posts