Oktober 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih BBCA / Bank Central Asia tercatat Rp13,37 triliun pada Q3 2015

Britama.com – Emiten Bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak melaporkan kinerja keuangan konsolidasi sepanjang sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2015. Laba bersih meningkat 9,5% menjadi Rp13,37 triliun atau Rp542 per saham dari Rp12,21 triliun atau Rp495 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan operasional yang terdiri dari total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya mencatat pertumbuhan sebesar 13,9% menjadi Rp34,4 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2015, dibandingkan Rp30,2 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2014.

Presiden Direktur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, menyampaikan, “Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kami melaporkan bahwa BCA berhasil mempertahankan kinerja usaha yang positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2015. Bank mencatat kenaikan penyaluran pinjaman untuk kuartal ketiga tahun 2015 dibandingkan paruh pertama tahun 2015 dengan tetap mempertahankan kualitas aset yang sehat. Pendanaan yang kokoh melalui rekening transaksional (CASA / Current Account, Savings Account) memungkinkan Bank untuk menjaga posisi likuiditas yang memadai.”

Outstanding portofolio kredit mencapai Rp364,8 triliun pada akhir September 2015, naik 10,3% YoY dengan segmen korporasi sebagai pendorong utama pertumbuhan. Kredit korporasi meningkat 12,0% atau Rp13,5 triliun YoY menjadi Rp126,1 triliun. Kredit komersial & UKM tumbuh Rp11,9 triliun atau 9,3% YoY menjadi Rp 140,4 triliun, sementara kredit konsumer tumbuh Rp8,8 triliun atau 9,8% YoY menjadi Rp98,5 triliun. Dalam portofolio kredit konsumer, Kredit Pemilikan Rumah(KPR) mencatat pertumbuhan sebesar 9,5% YoY menjadi Rp58,0 triliun, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 10,6% secara YoY menjadi Rp31,6 triliun dan kartu kredit tumbuh 8,8% YoY menjadi Rp8,9 triliun.

Bank mempertahankan posisi neraca yang solid dengan p osisi likuiditas dan permodalan yang sehat. NPL terjaga di level yang rendah sebesar 0,7% dengan rasio cadangan kerugian kredit sebesar 285,4%. Rasio kredit terhadap pendanaan (LFR / loan-to-funding ratio) tercatat sebesar 78,1% sementara rasio kecukupan modal (CAR / CAPITAL ADEQUACY RATIO) berada di level 19,2% pada akhir September 2015.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga tumbuh sebesar 7,0% YoY menjadi Rp462,3 triliun pada akhir September 2015. Dana CASA yang merupakan 76,5% dari total dana pihak ketiga naik 7,5% atau Rp24,6 triliun YoY menjadi Rp353,8 triliun. Dalam total CASA, dana giro tumbuh sebesar 7,9% YoY menjadi Rp114,7 triliun dan dana tabungan naik 7,2% YoY menjadi Rp 239,1 triliun. Dana deposito
tercatat sebesar Rp 108,5 triliun, naik 5,6% YoY.

“Dihadapkan dengan berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik, Pemerintah Indonesia meluncurkan beberapa paket kebijakan yang ditujukan untuk mendorong laju perekonomian dan menjaga stabilitas kondisi makro ekonomi. Kami menyambut positif komitmen Pemerintah, Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan, dan kami berharap ekonomi dapat bertumbuh lebih baik.

Meskipun demikian, kami menyadari bahwa masih terdapat risiko kredit bermasalah yang berpotensi memberi tekanan terhadap profitabilitas Bank ke depannya. Untuk itu, pengawasan aktif terhadap kualitas aset, penyaluran kredit yang berhati-hati, penguatan posisi permodalan dan pengetatan beban operasional, akan menjadi prioritas utama guna mempertahankan hasil kinerja yang positif,” tutur Bapak Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA.
Tentang PT Bank Central Asia Tbk (per 30 September 2015)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial & UKM dan konsumer. Pada akhir September 2015, BCA memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada 13 juta rekening nasabah melalui 1.160 cabang, 16.783 ATM dan ratusan ribu EDC dengan dilengkapi layanan internet banking dan mobile banking.

Hingga akhir September 2015, Aset BCA tercatat sebesar Rp573,17 triliun, tumbuh 5,61% dari aset pada tahun 2014 yaitu Rp542,72 triliun, dan utang Perseroan meningkat dari Rp468,95 triliun menjadi Rp489,42 triliun.

Related posts