Januari 21, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih TBIG / Tower Bersama turun 29,82% pada Q3 2015

Britama.com – Emiten Infrastruktur telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melaporkan laba bersih pada Q3 2015 sebesar Rp0,80 triliun atau Rp169,04 per saham. Laba bersih tersebut merosot sebesar 29,82% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Q3 2014 yaitu Rp1,14 triliun atau Rp240,18 per saham.

Merosotnya kinerja TBIG pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh Penurunan nilai properti investasi dari Rp457,36 miliar menjadi Rp175,72 miliar, dan Beban Keuangan Perseroan meningkat dari Rp0,95 triliun menjadi Rp1,13 triliun, Serta Beban usaha meningkat dari Rp209,73 miliar menjadi Rp237,81 miliar, Sedangkan Beban Pokok Perseroan menurun dikit dari Rp375,38 miliar.

Meskipun laba bersih Perseroan merosot, Pendapatan pokok Perseroan tetap mengalami peningkatan sebesar 4,53% menjadi Rp2,54 triliun dari pendapatan pada Q3 2014 yaitu Rp2,43 triliun. Pendapatan pokok perseroan pada Q3 2015 dan Q3 2014 terdiri dari Sewa dan Pemeliharaan Menara. Di bawah ini adalah beberapa pelanggan utama TBIG pada Q3 2015 dan Q3 2014 yaitu

  1. PT Telekomunikasi Selular – Rp980,54 miliar dan Rp863,85 miliar.
  2. PT Indosat Tbk (ISAT) – Rp609,51 miliar dan Rp547,84 miliar.
  3. PT XL Axiata Tbk (EXCL) – Rp382,38 miliar dan Rp341,69 miliar.
  4. PT Hutchison 3 Indonesia – Rp276,85 miliar dan Rp248,37 miliar.
  5. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) – Rp149,02 miliar dan Rp201,86 miliar.
  6. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) – Rp67,46 miliar dan Rp61,57 miliar.
  7. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) – Rp0 miliar dan Rp78,90 miliar.
  8. PT Axis Telekom Indonesia – Rp0 dan Rp35,43 miliar.
  9. Lainnya – Rp75,40 miliar dan Rp52,33 miliar.

Aset TBIG pada Q3 2015 mencapai Rp24,31 triliun, tumbuh sedikit dari aset pada tahun 2014 yaitu Rp22,03 triliun. Utang Perseroan mengalami peningkatan dari Rp17,90 triliun menjadi Rp21,35 triliun.

Related posts