September 17, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Rugi Kurs, Kerugian ISAT / Indosat mencapai Rp1,12 triliun pada Q3 2015

Britama.com – Salah satu penyediaan jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan kerugian pada Q3 2015 sebesar Rp1,12 triliun atau Rp(206,54) per saham. Kerugian tersebut mulai membaik bila dibandingkan dengan Kerugian pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp1,33 triliun atau Rp(244,11) per saham.

ISAT masih merugi, hal ini disebabkan Kerugian kurs Perseroan pada Q3 2015 sebesar Rp2,32 triliun, sedangkan pada Q3 2014 hanya mengalami kerugian sebesar Rp146,68 miliar, dan Beban Jasa Telekomunikasi Perseroan meningkat dari Rp7,53 triliun menjadi Rp6,25 triliun, dan Beban Penyusutan mengalami kenaikan dari Rp5,99 triliun menjadi Rp6,25 triliun, serta Beban usaha naik dari Rp1,97 triliun menjadi Rp2,83 triliun, sedangkan Pendapatan (Beban) lain menurun dari Rp(963,86) miliar (adanya tuntutan denda dalam kasus penggunaan frekuensi 3G illegal dan dituntut senilai Rp1,36 triliun) menjadi Rp10,12 miliar.

Untuk Beban Keuangan Perseroan mencapai Rp2,21 triliun pada Q3 2015, naik dari Rp1,82 triliun pada Q3 2014.

Meskipun ISAT mengalami kerugian pada Q3 2015, Pendapatan Perseroan tetap mengalami pertumbuhan sebesar 10,50% menjadi Rp19,58 triliun dari Pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp17,72 triliun. Pendapatan ISAT pada Q3 2015 dan Q3 2014 terdiri dari

  1. Seluar – Rp15,99 triliun dan Rp14,29 triliun.
  2. Multimedia, Data dan Internat (MIDI) – Rp2,76 triliun dan Rp2,59 triliun.
  3. Telekomunikasi tetap – Rp0,83 triliun dan Rp0,83 triliun.

Aset ISAT pada Q3 2015 mencapai Rp52,61 triliun, turun sedikit dari aset pada tahun 2014 yaitu Rp53,27 triliun. Utang Perseroan mengalami peningkatan dari Rp38,97 triliun menjadi Rp39,37 triliun.

Related posts