Desember 05, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Astra International / ASII cetak laba bersih Rp357 per saham pada tahun 2015

Britama.com – Perusahaan holding terbesar Indoneisa yang memiliki bisnis dari otomotif, perkebunan, alat berat, keuangan dan property, serta infrastruktur, PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan laba bersih pada tahun 2015 sebesar Rp14,46 triliun atau Rp357 per saham. Laba bersih tersebut menurun sebesar 24,65% bila dibandingkan dengan Laba bersih tahun 2014 yaitu sebesar Rp19,19 triliun atau Rp474 per saham.

Penurunan kinerja Astra International pada tahun 2015 disebabkan oleh penurunan Pendapatan utama perseroan sebesar 8,68% menjadi Rp184,20 triliun dari Pendapatan pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp201,70 triliun. Astra merupakan Perusahaan holding yang memiliki banyak usaha dari Konstruksi, manufaktur, perkebunan, jasa keuangan, teknologi informasi, kendaraan bermotor, serta penjualan alat berat. Pendapatan terbesar diatribusikan dari Penjualan Kendaraan Bermotor dengan Pendapatan pada tahun 2015 dan tahun 2014 masing-masing sebesar Rp96,79 triliun dan Rp108,64 triliun, selain itu antara lain

  1. Alat Berat – Rp49,35 triliun dan Rp53,14 triliun.
  2. Jasa Keuangan – Rp17,28 triliun dan Rp15,79 triliun.
  3. Agribisnis – Rp13,06 triliun dan Rp16,36 triliun.
  4. Infrastruktur dan Logistik – Rp7,90 triliun dan Rp8,79 triliun.
  5. Teknologi Informasi – Rp2,66 triliun dan Rp2,28 triliun.
  6. Eliminasi – Rp(2,84) triliun dan Rp(3,24) triliun.

Laba dari hasil ventura bersama menurun dari Rp5,03 triliun menjadi Rp3,31 triliun, sedangkan laba dari entitas asosiasi mengalami peningkatan dari Rp1,22 triliun menjadi Rp1,16 triliun.

Untuk Beban Pokok perseroa mengalami penurunan dari Rp162,89 triliun tahun 2014 menjadi Rp147,49 triliun tahun 2015, dan Pendapatan (beban) lain-lain menurun dari Rp3,37 triliun menjadi Rp3,35 triliun, sedangkan Pendapatan (Beban) bunga stagan di Rp0,15 triliun, dan Beban Usaha mengalami kenaikan dari Rp18,64 triliun menjadi Rp19,50 triliun,

Selain itu, ASII juga mencadangkan penurunan nilai terkait properti pertambangan yang mengalami peningkatan dari Rp2,74 triliun menjadi Rp5,26 triliun.

Hingga tahun 2015, Total Aset Astra International mencapai Rp245,44 triliun, naik 3,99% dari Aset tahun 2014 yaitu Rp236,03 triliun, dan Total utang mencapai Rp118,90 triliun naik dari Rp115,84 triliun tahun 2014.

Related posts