Februari 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Tidak dapat untung dari akuisisi usaha, Laba bersih PWON anjlok 49,60% tahun 2015

Britama.com – Salah satu emiten properti terbesar di Indonesia PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan laba bersih pada tahun 2015 sebesar Rp1,26 triliun atau Rp26,20 per saham angka tersebut menunjukkan kinerja PWON pada tahun 2015 mengalami penurunan 49,60% bila dibandingakan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu sebesar Rp2,52 triliun atau Rp52,23 (dilusian Rp51,25) per saham.

Penurunan kinerja PWON pada tahun 2015 terutama disebabkan Perseroan tidak memperoleh keuntungan dari akuisisi pada tahun 2015, sedangkan pada tahun 2014 Perseroan memperoleh keuntungan dari akuisisi sebanyak Rp988,33 miliar (Keuntungan akuisisi PT Centrum Utama Prima sebesar Rp24,51 miliar, PT Pakuwon Permai Rp963,82 miliar), dan pada tahun 2015 Perseroan juga mengalami kerugian kurs yang cukup besar yaitu Rp276,83 miliar, sedangkan pada tahun 2014 kerugian kurs hanya Rp40,13 miliar.

Untuk Beban pokok Perseroan meningkat dari Rp1,71 triliun menjadi Rp1,96 triliun, dan Beban usaha & lainnya Perseroan meningkat dari Rp414,55 miliar menjadi Rp889,15 miliar, sedangkan Pendapatan (beban) keuangan Perseroan meningkat dari Rp76,52 miliar menjadi Rp74,49 miliar.

Pendapatan pokok PWON tetap mengalami pertumbuhan walaupun kinerja keseluruhan Perseroan mengalami penurunan. Pendapatan pokok meningkat 19,64% menjadi Rp4,63 triliun dari pendapatan pokok tahun 2014 sebesar Rp3,87 triliun. Di bawah ini adalah rincian pendapatan pokok Perseroan pada tahun 2015 dan tahun 2014 yaitu

  1. Sewa dan jasa pemeliharaan apartemen – Rp1,62 triliun dan Rp1,19 triliun.
  2. Penjualan kondominium dan Kantor – Rp1,51 triliun dan Rp1,59 triliun.
  3. Pendapatan Hotel – Rp157,51 miliar dan Rp163,04 miliar.
  4. Penjualan tanah dan bangunan – Rp798,51 miliar dan Rp492,82 miliar.
  5. Pendapatan lainnya (Listrik dan air, serta parkir) – Rp541,51 miliar dan Rp438,02 miliar.

Hingga Akhir tahun 2015, total aset perseroan mencapai Rp18,88 triliun, tumbuh 12,58% dari total aset tahun 2014 yaitu sebesar Rp16,77 triliun. Total utang mengalami kenaikan dari Rp8,49 triliun tahun 2014 menjadi Rp9,32 triliun pada tahun 2015.

Related posts