November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

INDY akan garap IPP senilai USD2 miliar pada Semester I 2016

Britama.com – PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui konsorsium independent power producer (IPP) PT Cirebon Energi Prasarana, bersiap menggarap proyek listrik berkapasitas 1 x 1.000 megawatt (MW) dengan nilai investasi USD2 miliar.

Financial closing proyek itu akan diteken akhir semester I-2016, dengan porsi saham INDY di proyek PLTU tersebut sejumlah 25%, dan Sisanya milik Marubeni Corporation sebesar 35%, Samtan Co. Ltd. sebesar 20%, Korea Midland Power Co. Ltd. sebesar 10%, dan Chubu Electric Power Co. Ltd, sebesar 10%.

Rencananya, 80% dari investasi proyek atau sekitar USD1,6 miliar didanai project financing, salah satunya adalah Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Produksi listrik yang dihasilkan pada periode operasi komersial, dan menurut rencana mulai tahun 2020 akan dibeli Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan PLN sudah dilakukan akhir tahun 2015 dengan lama penjualan 25 tahun sejak tanggal operasi komersial.

Perlu diketahui, INDY Sebelumnya sudah mengoperasikan PLTU Cirebon 1 dengan kapasitas 660 MW selama tiga tahun.

Walaupun sudah masuk ke sektor pembangkit listrik, Pendapatan INDY masih mengalami penurunan cukup besar yaitu 37,94% menjadi USD195,08 juta dari pendapatan pokok Q1 2015 yaitu USD314,35 juta.

Hampir seluruh lini bisnis INDY terpuruk, baik itu bisnis batubara, minyak dan gas, rekayasa dan konstruksi atau logistic, sehingga INDY mencetak kerugian bersih sebesar USD4,85 juta atau USD(0,0009) per saham pada Q1 2016 dibandingkan Laba bersih Pada Periode yang sama tahun lalu sebesar USD11,62 juta atau USD0,0022 per saham.

Sebagai catatan tambahan, Total Aset perseroan hingga akhir Maret 2016 mencapai USD2,13 miliar, turun sedikit dari USD2,15 miliar pada tahun 2015, total utang INDY pada Q1 2016 sebesar USD1,31 miliar, turun dari USD1,32 miliar pada tahun 2015.

Related posts