November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja 2015: BRNA / Berlina alami kerugian sebesar Rp11,74 miliar

Britama.com – Emiten manufaktur kemasan dan wadah plastic, PT Berlina Tbk (BRNA) mencetak kerugian bersih pada tahun 2015 sebesar Rp11,74 miliar atau Rp(17) per saham, kinerja tersebut anjlok bila dibandingkan laba bersih sebesar Rp52,87 miliar atau Rp77 per saham pada periode yang sama tahun 2014.

Penurunan kinerja BRNA pada tahun 2015 tersebut disebabkan oleh Pendapatan (Beban) lain melonjak dari Rp12,78 miliar menjadi Rp(36,20) miliar (kerugian kurs memberikan konstribusi paling besar), dan Beban Pokok Penjualan Perseroan meningkat sedikit dari Rp1,03 triliun menjadi Rp1,05 triliun, serta Beban Keuangan meningkat dari Rp59,42 miliar menjadi Rp76,95 miliar, selain itu Beban usaha juga naik dari Rp106,71 miliar menjadi Rp114,64 miliar.

Penjualan Perseroan tetap mengalami pertumbuhan dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,28 triliun. Pendapatan Perseroan terutama berasal dari penjualan lokal pada tahun 2015 dan tahun 2014 masing-masing sebesar Rp968,74 miliar dan Rp913,80 miliar, sedangkan Ekspor Rp320,91 miliar dan Rp355,90 miliar, serta Retur Rp(11,29) miliar dan Rp(10,86) miliar Pendapatan Perseroan pada tahun 2015 dan tahun 2014 terdiri dari

  1. Botol Plastik, Sikat gigi dan Mould – Rp1,01 triliun dan Rp1,03 triliun.
  2. Laminating Tube dan Plastik Tube – Rp273,41 miliar dan Rp234,74 miliar.
  3. Eliminasi – Rp(1,44) miliar dan Rp(0,31) miliar.

Pada akhir Juni 2015, Aset BRNA mengalami pertumbuhan 36,84% (adanya suplus revaluasi aset pada tahun 2015 sebesar Rp492,01 miliar) menjadi Rp1,82 triliun dari Aset 2014 sebesar Rp1,33 triliun, dan Utang perseroan di tahun 2015 sebesar Rp992,87 miliar, meningkat sedikit dari Utang tahun 2014 yaitu Rp976,01 miliar.

Related posts