November 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja PALM / Provident Agro Tbk pada Q1 2016 masih negatif

Britama.comPT Provident Agro Tbk (PALM) membukukan kerugian bersih pada Kuartal I 2016 sebesar Rp19,83 miliar atau Rp(2,79) per saham. Kerugian bersih pada Q1 2016 membuktikan kinerja perseroan yang membaik bila dibandingkan dengan Laba bersih Q1 2015 yaitu sebesar Rp61,64 miliar atau Rp8,66 per saham.

Meskipun merugi, Kinerja PALM mulai membaik, hal tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan Pokok Perseroan dari Rp239,34 miliar menjadi Rp255,27 miliar atau meningkat 6,66%. Berikut ini adalah rincian pendapatan pada Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu antara lain:

  1. Minyak Kelapa Sawit – Rp209,36 miliar dan Rp174,38 miliar.
  2. Inti kelapa sawit – Rp36,03 miliar dan Rp24,24 miliar.
  3. Tandan Buah Segar – Rp9,88 dan Rp40,71 miliar.

Beban Pokok perseroan pada Q1 2016 mencapai Rp191,85 miliar, naik dari Rp191,62 miliar di Q1 2015, dan Beban Usaha mengalami kenaikan dari Rp29,19 miliar menjadi Rp31,84 miliar, untuk Beban Keuangan mengalami kenaikan dari Rp47,26 miliar menjadi Rp65,09 miliar.

Hingga akhir Maret 2016, total aset PALM mencapai Rp4,70 triliun, stagnan dari Rp4,70 triliun di tahun 2014, dan total utang meningkat sedikit dari Rp3,01 triliun menjadi Rp3,03 triliun pada Q1 2016.

Sebagai catatan, PALM pada Q1 2016 telah menggunakan dana sebanyak Rp34,14 miliar untuk anggaran belanja modal. Dana tersebut digunakan untuk pembelian bibitan senilai Rp3,10 miliar dan investasi aset tetap senilai Rp43,27 miliar, Investasi aset tetap pada PALM terdiri dari Penambahan tanaman yang belum menghasilkan Rp15,46 miliar, Pembangunan SaranaRp10,20 miliar dan pembelian lahan Rp2,90 miliar, sisahnya untuk Peralatan kantor, mesin kendaraan dan alat berat.

Pada akhir tahun 2015, Perseroan telah membelanjakan modal senilai Rp512,74 miliar. Nilai Investasi tersebut terdiri dari Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit Rp225,87 miliar, Penambahan lahan tanaman belum menghasilkan senilai Rp117,54 miliar, pembangunan sarana senilai Rp77,06 miliar, sisanya untuk peralatan kantor, mesin dan instalasi, bangunan dan lahan.

Related posts