November 29, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Q1 2016: INCO mengalami kerugian sebesar USD15,42 juta

Britama.com – Perusahaan pertambangan nikel swasta terbesar di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan kinerja yang kurang bagus pada Q1 2016 dengan membukukan kerugian bersih sebesar USD15,42 juta atau USD(0,02) per saham dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu sebesar USD25,06 juta atau USD0,003.

Penurunan kinerja INCO pada Q1 2016 tersebut disebabkan oleh Pendapatan pokok Perseroan yang mengalami penurunan dari USD211,88 juta menjadi USD108,72 juta atau anjlok 48,69%, penurunan pendapatan tersebut akibat lesunya ekonomi dunia yang berimbas pada harga nickel. Pendapatan lain Perseroan mengalami kenaikan dari USD0,38 juta menjadi USD0,49 juta. Pendapatan Pokok Perseroan seluruhnya berasal dari pertambangan dan pengolahan nikel dengan harga patokan berasal dari LME (London Metal Exchange)

Beban pokok Perseroan menurun dari USD165,42 juta menjadi USD122,83 juta, dan Beban usaha Perseroan mengalami penurunan dari USD3,37 juta menjadi USD3,20 juta, serta Beban Lainnya mengalami penurunan dari USD6,64 juta menjadi USD0,56 juta, selain itu Beban Keuangan Perseroan juga menurun dari USD3,24 juta menjadi USD2,34 juta.

Hingga Q1 2016, aset INCO pada mencapai USD2,22 miliar, turun dari USD2,29 miliar pada tahun 2015. Total utang Perseroan menurun dari USD455,20 juta tahun 2015 menjadi USD403,47 juta pada Q1 2016.

Related posts