November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kontrak baru ADHI mencapai Rp2,3 triliun pada Kuartal I 2016

Britama.com – Pencapaian kontrak baru PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hingga akhir Maret 2016 berhasil tercapai Rp2,3 triliun. Kontribusi per lini bisnis pada peroleh an kontrak baru sampai dengan Maret 2016 didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 85,4% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari pekerjaan Gedung sebanyak 69,5%, Jalan dan Jembatan 9,2%, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 21,3%.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Swasta/lainnya sebanyak 44,1% BUMN tercatat 20,0% sementara APBN/APBD sebesar 35,9%. Realisasi kontrak baru di bulan Maret 2016 antara Lain Paket I – Pembangunan Rumah Susun Bertingkat Tinggi senilai Rp369,3 miliar di Kemayoran Jakarta.

Seiring dengan rencana peningkatan anggaran infrastruktur pemerintah di tahun 2016, ADHI menyambut peluang tersebut dengan mencanangkan target perolehan kontrak baru di tahun 2016 sebesar Rp25,1 triliun, dimana lini bisnis konstruksi ditargetkan memberikan kontribusi sebesar 75,1%, EPC 6,9%, Properti 8,6% dan Manufaktur Precast sebesar 9,4%.

Dilihat dari sumber dana, rencana perolehan kontrak baru ADHI terdiri atas APBN 27,9%, APBD 9,3%, BUMN/D 25,7% dan proyek swasta/ lainnya sebesar 37,1%. Sedangkan dari tipe pekerjaan, target perolehan kontrak baru tersebut berasal dari pekerjaan gedung 45,3%, Jalan dan Jembatan 21,3%, Dermaga 4,9%, dan infrastruktur lainnya 28,5%.

Sementara total pendapatan usaha di tahun 2016 diperkirakan sebesar Rp20,0 triliun yang diperolehdari lini bisnis konstruksi sebesar 79% , Properti 8%, Precast 7% serta dari kontribusi EPC sebesar 6%, dan untuk Laba bersih Perseroan di tahun 2016 diperkirkan mencapai Rp750 miliar dengan kontribusi dari Divisi Konstruksi, Divisi EPC, dan Divisi Hotel sebesar 79%, anak perusahaan yakni PT Adhi Persada Properti (APP) sebesar 36%, PT Adhi Persada Gedung (APG) 12%, dan PT Adhi Persada Beton (APB) 11%.

Related posts