November 29, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba Bank Tabungan Pensiunan Nasional / BTPN turun 11% pada Q1 2016

Britama.com – Pada Akhir Maret 2016, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp429 miliar, menurun 11% dari periode yang sama tahun 2015 yaitu sebesar 481 miliar. Meskipun laba bersih menurun, penyaluran kredit BTPN tetap meningkat 11% menjadi Rp59,3 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp53,4 triliun.

Direktur Utama BTPN, Jerry Ng mengatakan “Membukukan pertumbuhan kredit 11% pada awal tahun 2016 ini adalah pencapaian yang patut disyukuri, sebab umumnya kredit tidak tumbuh agresif pada triwulan I. Bercerming dari data ini, kami berharap kredit akan tumbuh lebih baik lagi pada triwulan berikutnya.”

Pertumbuhan kredit didukung oleh penyaluran dana ke segmen UMKM dan Masyarakat prasejahtera produktif. Kredit ke pelaku UMKMtumbuh 15% menjadi Rp15,8 triliun, sedangkan pembiayaan ke segmen prasejahtera produktif, yang disalurkan melalui BTPN Syariah, meningkat 47% menjadi Rp3,9 triliun.

Kenaikan Penyaluran kredit tersebut tetap harus terjaga sehingga tidak menimbulkan kredit macet yang terlalu besar yang tercerming dari tingkat rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL) sebesar 0,7%.”Pertumbuhan kredit sebesar 11% dengan NPL terjaga di 0,7% menunjukkan kami masih ekspansif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian”.Ungkap Jerry.

Untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, BPTN meluncurkan salah satu inovasi teknologi BTPN Wow! Pada tanggal 30 Maret 2015. Layanan BTPN Wow! Sangat praktis dan terjangkau dengan memanfaatkan teknologi telepon gengam dan didukung oleh jasa agen sebagai perpanjangan BTPN untuk menjangkau masyarakat pelosok, Hingga akhir Maret 2016, Agen BTPN Wow! Telah mencapai 30 ribu agen dengan jumlah Nasabah lebih dari 410 ribu Nasabah.

Selanjutnya BTPN Wow! Bekerjasama dengan Telkomsel untuk mengembangkan layanan keuangan terhubung. Layanan TCASH dan BTPN Wow! Merupakan layanan keuangan terhubung pertama di Indonesia yang menghubungkan Layanan Mobile Money Tcash serta rekening tabungan BTPN Wow!. Pada kurun waktu Januari-Maret 2016, BTPN telah menanamkan modal investasi baru senilai Rp80 miliar untuk pengembangan infrastuktur, jaringan dan Teknologi.

Untuk mengoptimalkan fungsi intermendiasi, BTPN menyeimbangkan kecukupan likuiditas dan laju pertumbuhan kredit per 31 Maret 2016, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp61,7 triliun, tumbuh 14% dari periode yang sama tahun lalu Rp54,4 triliun. Tingkat Rasio Kredit terhadap simpanan (Load to deposit ration / LDR) mencapai 96%. Apabila memperhitungkan pendanaan dari obligasi dan pinjaman bilateral, rasio BTPN berada di 88%.

Pertumbuhan yang moderat di sisi kredit, mendorong peningkatan aset BTPN sebesar 9% (YoY) dari Rp76,6 triliun menjadi Rp83,6 triliun. Adapun rasio kecukupan modal (Capital adequacy Ration / CAR) sebesar 24,9%.

Related posts