Desember 05, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih AKRA berkurang menjadi Rp255,20 miliar Q1 2016

Britama.com – Pada laporan tanggal 31 maret 2016 atau Q1 2016, AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan kinerja yang kurang memuaskan dengan penurunan laba bersih sebesar 13,56% menjadi Rp255,20 miliar atai Rp64,62 per saham (dilusian Rp64,52 per saham) dari Laba bersih Q1 2015 sebesar Rp295,23 miliar atau Rp75,44 per saham (dilusian Rp75,34 per saham).

Penurunan kinerja Perseroan pada Q1 2016 disebabkan penurunan Pendapatan perseroan sebesar 25,63% menjadi Rp3,57 triliun dibandingkan Rp4,80 triliun pada periode yang sama tahun 2015. Pendapatan Perseroan terbesar diatribusikan dari Penjualan atau perdagangan BBM dengan Pendapatan tahun Q1 2016 dan Q1 2015 masing-masing sebesar Rp3,24 triliun dan Rp4,28 triliun, selain itu antara lain

  1. Manufacturing (Sorbitor Cair) dan bubuk di china – Rp150,83 miliar dan Rp203,59 miliar.
  2. Logistik (penyewaan tangki, gudang, bongkar muat dan lainnya) – Rp183,92 miliar dan Rp193,59 miliar.
  3. Pertambangan Batubara – Rp- dan Rp26,61 miliar.
  4. Kawasan Industri – Rp- dan Rp94,01 miliar.

Untuk Beban pokok Perseroan menurun dari Rp4,22 triliun menjadi Rp3,13 triliun, dan Beban usaha & lainnya menurun dari Rp195,47 miliar menjadi Rp114,28 miliar, sedangkan beban keuangan Rp5,09 miliar menjadi Rp12,90 miliar.

Total Aset AKRA pada Q1 2016 mencapai Rp14,56 triliun, menurun 4,21% bila dibandingkan dengan Aset pada tahun 2015 yaitu sebesar Rp15,20 triliun. Total utang Perseroan menurun dari Rp7,92 triliun menjadi Rp7,06 triliun.

Perlu diketahui, AKRA telah menggunakan anggaran belanja modal sebesar Rp407,33 miliar pada Q1 2016. Dana tersebut digunakan untuk pembayaran uang muka pembelian aset tetap Rp335,73 miliar (Pembelian ruang kantor dari PT AKR Land Development (Pihak Relasi)), dan Pembelian aset tetap senilai Rp70,36 miliar, sisanya untuk investasi di entitas asosiasi.

Related posts