November 24, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Astra International Tbk / ASII Q1 2016 melorot 22,06%

Britama.com – PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih pada kuartal I 2016 sebesar Rp3,11 triliun atau Rp77 per saham, angka tersebut menurun sebesar 22,06% bila dibandingkan dengan Laba bersih Kuartal I 2015 yaitu sebesar Rp3,99 triliun atau Rp99 per saham.

Penurunan kinerja Astra International pada kuartal I 2016 disebabkan oleh penurunan Pendapatan utama perseroan sebesar 7,30% menjadi Rp41,89 triliun dari Pendapatan Q1 2015 yaitu Rp45,19 triliun. Astra merupakan Perusahaan holding yang memiliki banyak usaha dari Konstruksi, manufaktur, perkebunan, jasa keuangan, teknologi informasi, kendaraan bermotor, serta penjualan alat berat. Pendapatan terbesar diatribusikan dari Penjualan Kendaraan Bermotor dengan Pendapatan pada Q1 2016 dan Q1 2015 masing-masing sebesar Rp22,25 triliun dan Rp23,38 triliun, selain itu antara lain

  1. Alat Berat – Rp10,70 triliun dan Rp12,65 triliun.
  2. Jasa Keuangan – Rp4,24 triliun dan Rp4,24 triliun.
  3. Agribisnis – Rp3,02 triliun dan Rp3,23 triliun.
  4. Infrastruktur dan Logistik – Rp1,98 triliun dan Rp1,89 triliun.
  5. Teknologi Informasi – Rp0,62 triliun dan Rp0,46 triliun.
  6. Eliminasi – Rp(0,92) triliun dan Rp(0,66) triliun.

Untuk Beban Pokok perseroan mengalami penurunan dari Rp36,33 triliun Q1 2015 menjadi Rp33,91 triliun Q1 2016, sedangkan Beban Usaha dan lainnya mengalami kenaikan dari Rp2,70 triliun menjadi Rp3,48 triliun.

Hingga akhir Maret 2016, Total Aset Astra International mencapai Rp244,68 triliun, turun sedikit dari Aset tahun 2015 yaitu Rp245,44 triliun, dan Total utang mencapai Rp114,99 triliun turun dari Rp118,90 triliun tahun 2015.

Perlu diketahui hingga akhir Maret 2016, Perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp2,60 triliun dengan Pembelian aset sebesar Rp1,27 triliun, penambahan investasi properti Rp296 miliar, Investasi lain-lain Rp295 miliar, dan investasi pada ventura bersama sebesar Rp287 miliar, sisanya adalah untuk tanaman perkebunan, aset lain dan aset tak berwujud.

Related posts