Desember 05, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Bank Negara Indonesia / BNI meningkat 5,32% Q1 2016

Britama.com – Salah emiten Perbankan terbesar di Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mayoritas saham dimiliki oleh Negara pada Q1 2016 melaporkan kinerja yang cukup memuaskan dengan laba bersih meningkat 5,32% menjadi Rp2,97 triliun atau Rp161 per saham dibandingkan Rp2,82 triliun atau Rp151 per saham pada periode yang sama tahun 2016.

Pencapaian kinerja Bank BNI pada Q1 2016 tersebut didukung oleh oleh Pendapatan bunga dan syariah perseroan meningkat sebesar 14,08% menjadi Rp10,13 triliun dari Pendapatan Bunga dan Syariah pada Q1 2015 yaitu sebesar Rp8,81 triliun, sedangkan Pendapatan Operasional menurun sedikit dari Rp2,33 triliun menjadi Rp2,53 triliun, berikut ini adalah rincian pendapatan Perseroan pada Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu

  1. Pinjaman yang diberikan – Rp8,39 triliun dan Rp7,19 triliun.
  2. Obligasi Pemerintah – Rp636,42 miliar dan Rp644,24 miliar.
  3. Margin, Pendapatan Bagi Hasil dan Bonus Syariah – Rp666,20 miliar dan Rp536,22 miliar.
  4. Efek-efek – Rp144,47 miliar dan Rp129,85 miliar.
  5. Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia – Rp148,23 miliar dan Rp126,29 miliar.
  6. Wesel Ekspor dan Tagihan lainnya – Rp54,46 miliar dan Rp39,12 miliar.
  7. Lain-lain – Rp84,35 miliar dan Rp138,56 miliar.

Beban Bunga dan Syariah Perseroan mengalami peningkatan dari Rp2,71 triliun menjadi Rp3,22 triliun atau 18,82%, dan Beban Operasional lainnya meningkat dari Rp3,62 triliun menjadi Rp4,20 triliun. Beban Cadangan Kerugian penurunan nilai yang meningkat 19,35% menjadi Rp1,48 triliun dibandingkan Rp1,24 triliun pada periode yang sama tahun 2015, Pencadangan kerugian ini dibuat oleh Manajemen Perseroan untuk memperkuat fundamental keuangan dalam menghadapi gejolak ekonomi yang tidak menentu.

Total aset BNI pada Q1 2016 mencapai Rp509,09 triliun meningkat sedikit dari total aset tahun 2015 yaitu sebesar Rp508,60 triliun, Total utang mengalami penurunan dari Rp412,73 triliun tahun 2015 menjadi Rp409,94 triliun pada Q1 2016, dan Total Dana Syirkah Temporer meningkat dari Rp17,43 triliun menjadi Rp18,90 triliun.

Related posts