Februari 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Kimia Farma / KAEF turun 4,35% pada Q1 2016

Britama.com – Emiten Farmasi terbesar di Indonesia yang mayoritas dimiliki oleh Pemerintah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membukukan Laba bersih sebesar Rp41,99 miliar atau Rp7,56 per saham pada Q1 2016, angka tersebut menurun 4,35% bila dibandingkan dengan Laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu Rp43,90 miliar atau Rp7,91 per saham.

Meskipun kinerja Perseroan menurun, Pendapatan Pokok Perseroan tetap meningkat 11,76% menjadi Rp1,14 triliun dari pendapatan pokok pada Q1 2015 yaitu sebesar Rp1,02 triliun. Pendapatan KAEF terdiri dari Penjualan obat, alat kesehatan, Diagnostik, dan lain-lain, berikut ini adalah rincian penjualan pada Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu

  1. Penjualan Produksi Entitas :
    • Obat Generik – Rp106,19 miliar dan Rp97,03 miliar.
    • Obat Ethical Lisensi dan Narkotika – Rp117,49 miliar dan Rp109,33 miliar.
    • Obat Over The Counter (OTC) – Rp58,71 miliar dan Rp49,37 miliar.
    • Bahan Baku (Minyak Nabati, Yodium dan Kina) – Rp49,93 miliar dan Rp52,07 miliar.
    • Alat Kesehatan, Jasa Klinik dan Laboratorium Klinik – Rp42,18 miliar dan Rp28,49 miliar.
  2. Penjualan Produksi Pihak Ketiga
    • Obat Generik – Rp501,23 miliar dan Rp472,03 miliar.
    • Obat Ethical Lisensi dan Narkotika – Rp46,07 miliar dan Rp32,79 miliar.
    • Obat Over The Counter (OTC) – Rp193,79 miliar dan Rp162,38 miliar.
    • Alat Kesehatan dan Lainnya – Rp23,06 miliar dan Rp11,54 miliar.

Beban Pokok penjualan mengalami kenaikan dari Rp713,17 miliar menjadi Rp789,48 miliar, dan Beban Usaha & lainnya meningkat dari Rp230,56 miliar pada Q1 2015 menjadi Rp284,53 miliar, serta Beban Keuangan mengalami peningkatan Rp7,74 miliar menjadi Rp8,29 miliar. Pendapatan Lain KAEF meningkat dari Rp19,98 miliar menjadi Rp28,81 miliar.

Aset KAEF pada Q1 2016 mencapai Rp3,67 triliun, naik 13,27% (adanya revaluasi aset senilai Rp334,81 miliar) dari Rp3,24 triliun pada tahun 2015, total utang perseroan naik dari Rp1,37 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp1,44 triliun pada Q1 2016.

Related posts